Pesantren Alfarohidy Sapa Masyarakat di Kawasan Eks-MTQ Kendari
Kendari, Ahad (18/01/26) — Pondok Pesantren Alfarohidy kembali menunjukkan komitmennya dalam syiar Al-Qur’an dan pelayanan pendidikan Islam ...
Kendari, Ahad (18/01/26) — Pondok Pesantren Alfarohidy kembali menunjukkan komitmennya dalam syiar Al-Qur’an dan pelayanan pendidikan Islam melalui kegiatan Wakaf Mushaf Al-Qur’an Madinah Eksklusif yang dilaksanakan pada Minggu pagi, 18 Januari 2026, di kawasan pedestrian eks-MTQ Nasional Kota Kendari.
Dalam kegiatan ini, masyarakat diajak berpartisipasi dalam program wakaf/infaq minimal Rp50.000 dan sebagai bentuk apresiasi, wakif akan mendapatkan Mushaf Al-Qur’an Madinah Eksklusif senilai Rp450.000. Program ini menjadi sarana untuk menumbuhkan semangat wakaf dan berinfaq sekaligus memperluas manfaat mushaf berkualitas bagi umat.
Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 06.00 hingga 10.00 WITA ini juga dirangkaikan dengan promosi penerimaan santri baru (SPMB) MTs dan MA Tahfidz Alfarohidy Tahun Ajaran 2026/2027. Momentum ini dipilih karena kawasan pedestrian eks-MTQ menjadi pusat aktivitas masyarakat yang sedang berolahraga pagi dan bersantai bersama keluarga.
Sebanyak empat orang santri Pondok Pesantren Alfarohidy turut terlibat langsung dalam kegiatan tersebut. Dengan penuh antusias dan keberanian, para santri berinteraksi secara santun dengan masyarakat, menyampaikan informasi seputar program wakaf mushaf serta memperkenalkan profil dan keunggulan pendidikan di Pesantren Alfarohidy.Respons masyarakat terlihat sangat positif. Warga menyambut baik kehadiran Pesantren Alfarohidy di ruang publik, menunjukkan ketertarikan terhadap program pendidikan yang ditawarkan, serta berpartisipasi langsung dalam wakaf Mushaf Al-Qur’an Madinah Eksklusif. Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa sinergi antara pesantren dan masyarakat dapat terjalin dengan baik melalui pendekatan yang edukatif dan humanis.
Melalui kegiatan ini, Pondok Pesantren Alfarohidy berharap dapat meningkatkan partisipasi masyarakat dalam mendukung syiar Al-Qur’an, sekaligus mendorong orang tua untuk mempercayakan pendidikan putra-putrinya di lembaga pendidikan Islam yang mengintegrasikan kurikulum nasional, pendidikan pesantren, serta program tahfidz Al-Qur’an secara seimbang.
Sebagai informasi, SPMB MTs dan MA Tahfidz Alfarohidy Tahun Ajaran 2026/2027 telah dibuka dan dapat diakses melalui laman resmi berikut:
👉 https://ppdb.alfarohidy.or.id/2026/01/ppdb-pondok-pesantren-alfarohidy.html
Bagi masyarakat yang ingin berkunjung langsung dan memperoleh informasi lebih lanjut, Pondok Pesantren Alfarohidy beralamat di Jalan Istiqomah, Desa Konda Satu, Kecamatan Konda, Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara. Seluruh guru dan tenaga kependidikan Pondok Pesantren Alfarohidy siap menyambut dengan ramah, terbuka, dan informatif.
Semoga kegiatan ini menjadi wasilah kebaikan, memperluas manfaat wakaf Al-Qur’an, serta mengantarkan generasi muda untuk memperoleh pendidikan Islami yang kokoh, berilmu, dan berakhlak mulia sesuai Al-Qur’an dan Sunnah.
Kegiatan kantin usaha ini merupakan realisasi dari program kerja Bidang VI OSIM, yaitu Pembinaan Kreativitas, Keterampilan, dan Kewirausahaan. Melalui program ini, OSIM berupaya menghadirkan unit usaha santri yang bersifat edukatif, produktif, dan berkelanjutan.
Pada penjualan perdana, OSIM menawarkan beberapa menu yang sederhana namun menarik minat santri, di antaranya pisang cokelat/keju, jasuke (jagung susu keju), serta soda lemonade. Seluruh modal usaha pada tahap awal ini bersumber dari kas OSIM, sebagai bentuk nyata kemandirian organisasi dalam mengelola dan mengembangkan usaha.
Program Kantin Sehat OSIM bertujuan untuk melatih jiwa kewirausahaan santri, menumbuhkan sikap mandiri, meningkatkan kerja sama tim, serta mengasah kreativitas dalam pengelolaan ide usaha dan kuliner. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan mampu meningkatkan kemandirian finansial OSIM melalui penguatan kas organisasi.
Pelaksanaan perdana kantin usaha OSIM mendapatkan respon yang sangat positif dari para santri. Mereka tampak antusias menyambut kehadiran kantin sehat ini dan berharap program tersebut dapat terus berlanjut. Bahkan, banyak santri yang mengusulkan agar ke depannya menu yang disajikan semakin variatif.
Dari seluruh menu yang dijual, pisang cokelat/keju menjadi menu terlaris. Produk ini habis terjual dalam waktu singkat, dan masih banyak santri yang belum kebagian serta berharap menu tersebut dapat kembali dijual pada pelaksanaan kantin berikutnya.
Pada tahap awal, kegiatan kantin masih dikelola oleh pengurus Bidang VI bersama pengurus inti OSIM. Ke depannya, pengelolaan akan dilakukan secara bergilir dengan melibatkan pengurus bidang lain, agar seluruh pengurus OSIM memperoleh pengalaman langsung dalam mengelola usaha.
Meski sebagian pengurus mengakui bahwa kegiatan ini cukup menguras tenaga dan menyita waktu istirahat di hari Minggu, semangat mereka tetap tinggi. Para pengurus tetap berkomitmen untuk menuntaskan seluruh rangkaian usaha serta melayani pesanan santri dengan penuh tanggung jawab.
Usai pelaksanaan kantin, pengurus OSIM lainnya turut membantu dalam kegiatan kebersihan area maksof, seperti mencuci peralatan yang digunakan, mengelap meja, serta mengepel lantai. Hal ini mencerminkan nilai tanggung jawab, kebersamaan, dan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan pesantren.
Ke depan, OSIM Ma’had Alfarohidy berkomitmen untuk melakukan evaluasi dan perbaikan berkelanjutan, agar pelaksanaan Kantin Usaha OSIM dapat berjalan lebih baik, lancar, efektif, profesional, serta adil bagi seluruh santri.
Melalui program ini, OSIM Ma’had Alfarohidy menegaskan perannya sebagai organisasi santri yang aktif, inovatif, dan responsif terhadap kebutuhan santri, sekaligus mendukung misi Pondok Pesantren Alfarohidy dalam mencetak santri yang mandiri, kreatif, dan berdaya saing.
Konda, Ahad (18/01/26) — Pondok Pesantren Alfarohidy kembali menggelar kegiatan Minggu produktif bagi para santri sebagai bagian dari pembinaan kedisiplinan dan karakter. Pada Ahad, 18 Januari 2026, sebanyak 13 santri banin melaksanakan kegiatan bersih-bersih lingkungan pesantren.
Kegiatan difokuskan pada area kantin OSIM, lapangan, serta bagian depan kamar mandi santri banin, termasuk pencabutan rumput liar. Aktivitas ini merupakan bentuk iqab (pembinaan edukatif) bagi santri banin yang masih melanggar ketentuan Lughoh berbahasa Arab serta kebiasaan bernyanyi yang tidak sesuai dengan aturan pesantren.
Pembinaan melalui kegiatan bersih-bersih ini dipilih tidak hanya sebagai bentuk penegakan disiplin, tetapi juga sebagai sarana menanamkan kesadaran akan pentingnya kebersihan lingkungan, melatih tanggung jawab, serta memperkuat nilai gotong royong dan kebersamaan antar santri. Selain itu, aktivitas fisik yang dilakukan turut menjadi ajang olahraga ringan yang menyehatkan.
Selama pelaksanaan, kegiatan berlangsung dengan tertib, kondusif, dan penuh tanggung jawab. Para santri mengikuti arahan dengan baik serta menunjukkan kerja sama yang positif. Proses kegiatan ini diawasi langsung oleh Ketua dan Wakil Ketua OSIM Ma’had Alfarohidy, guna memastikan pembinaan berjalan secara edukatif dan sesuai dengan nilai-nilai pesantren.
Melalui kegiatan seperti ini, Pondok Pesantren Alfarohidy berharap santri tidak hanya memahami konsekuensi dari setiap pelanggaran, tetapi juga mampu mengambil hikmah dan pembelajaran, sehingga terbentuk pribadi santri yang disiplin, peduli lingkungan, serta berakhlak mulia.
Written by Syeima Unhalia El Munavara
Konda, South Konawe — Pondok Pesantren Alfarohidy has officially launched its School Health Unit (UKS) program for the first time as part of an effort to strengthen student health services within the school environment. The program is designed to provide proper care for students who are unwell, as well as to offer essential health support such as basic medical treatment, medication, and healthy food.
The UKS program officially came into effect on Monday, January 12, 2026. On its first day of operation, at 07:15 a.m., two Grade 10 students, Azizah and Naylatus, received medical care at the UKS. Afifah Khairunnisa, a health officer from Field VI (Health and Physical Development), who is responsible for the program, explained that Azizah showed symptoms of fever, while Naylatus suffered from severe flu accompanied by stomach pain.
One of the students, Naylatus, shared her experience of being treated at the UKS for the first time. “When I was treated at the UKS for the first time, I felt relieved because I received good service. I am also happy about this new program from OSIM. I hope the program will continue to develop and add more facilities, such as blankets,” she said.
The UKS program was initiated following a decision made during a meeting of Field VI: Health and Physical Development, held on Saturday, January 10, 2026. According to OSIM advisor Fikrunnisa Sahlan, the program serves several important purposes.
The UKS program is intended to prevent the spread of viruses among students. Prior to the establishment of the UKS, sick students often remained in their dormitories, increasing the risk of interaction with healthy students and the potential transmission of illness. It also provide greater comfort for students who are unwell. Staying in dormitories can be challenging due to noise and daily activities, whereas the UKS offers a quieter and more supportive environment for recovery.
Furthermore, the UKS program was initiated to eliminate the negative image and fear among students regarding the UKS building, which had previously been perceived as frightening or “haunted.” Through active use, proper management, and positive activities, the program seeks to educate students that fear should not be rooted in superstition. Instead, it encourages them to strengthen their faith (tauhid) by believing that all matters, including health and illness, are under the will and protection of Allah.
By implementing this program, Pondok Pesantren Alfarohidy hopes to promote not only physical well-being but also mental resilience and spiritual awareness among students, creating a healthier, calmer, and faith-centered educational environment.
Written by Meisya Altafun Nisa
Konda, South Konawe — Pondok Pesantren Alfarohidy, located in Konda Satu, South Konawe Regency, officially welcomed two new transfer students from Wangi-Wangi District, Wakatobi Regency, on Sunday, January 4, 2026. Their arrival marked the beginning of the second semester of the 2025/2026 academic year and reflected their decision to continue their Islamic education in pesantren.
The students, who had previously studied in Punggaluku area of South Konawe, chose Pondok Pesantren Alfarohidy after carefully considering several Islamic boarding schools across Southeast Sulawesi. The pesantren's clean environment, strong discipline, and supportive learning atmosphere were cited as key factors influencing their decision.
One of the new students, Ahmad, shared his initial impression upon arriving at the pesantren. “My first impression when entering this pesantren is that the environment is clean, my friends are fun, and the lessons are engaging. One of my favorite subjects is Arabic,” he said. His statement reflects the positive atmosphere experienced during his early days of adaptation.
The arrival of the new students is considered particularly meaningful, as it comes only a few months after several students were reported to have left the pesantren. Despite the presence of many well-established Islamic boarding schools throughout Southeast Sulawesi Province, Pondok Pesantren Alfarohidy continues to be a preferred choice. The new students explained that the strict regulations of the pesantren played an important role in their decision. “I like this pesantren because its strict rules help me become more disciplined,” one of them stated. Another student added that his motivation was to gain deeper religious knowledge.
After spending one week at the pesantren, the students reported noticeable progress in their personal development. When asked about improvements in their skills and talents, they responded positively. “Yes, I feel that this pesantren helps me improve my skills and supports my dream of becoming a Da’i,” one student explained. They also noted that the structured daily routines have made them more diligent and disciplined than before.
Positive impressions were also shared by fellow students. Ahmad was described as kind, generous, helpful, cheerful, and diligent in his daily activities. Meanwhile, Awi was noted for being friendly, humorous, generous, active in maintaining cleanliness, and consistent in fulfilling his responsibilities.
From the teachers’ perspective, Ustadz Heldi observed that both students have adapted well. He explained that they blend easily with other students and consistently demonstrate respectful behavior toward teachers. According to him, within just one week, the students have shown a clear understanding of the pesantren’s rules and have displayed discipline, cleanliness, and enthusiasm for learning.
Ustadz Heldi also expressed his hopes for their continued growth. “May they remain consistent in memorizing Arabic vocabulary and stay diligent during halaqah sessions,” he said, emphasizing that perseverance will play a key role in supporting both their academic progress and character development.
| Suasana rapat kerja OSIM Ma'had Alfarohidy Tahun 2026 |
Pondok Pesantren Alfarohidy — Organisasi Santri Intra Madrasah (OSIM) Ma’had Alfarohidy menggelar Rapat Kerja Tahunan (Raker) Tahun 2026 pada Sabtu, 10 Januari 2026. Kegiatan ini menjadi langkah awal pengurus OSIM terpilih dalam merumuskan arah program, sistem kerja, serta tata tertib organisasi santri selama satu tahun ke depan.
Rapat kerja tersebut diikuti oleh pengurus OSIM yang berasal dari peserta didik MA Tahfidz Alfarohidy dan MTs Tahfidz Alfarohidy. Demi mendukung kelancaran kegiatan organisasi santri, Pondok Pesantren Alfarohidy secara khusus meliburkan kegiatan belajar mengajar (KBM) pada hari pelaksanaan rapat.
| Perwakilan Bidang 10 memaparkan usulan program kerja OSIM. |
Pemaparan Program dan Penguatan Sistem Organisasi
Rapat dipimpin langsung oleh Ketua OSIM, Sayeeda Elzena Zafind, didampingi Wakil Ketua OSIM, Resik Eka Tristania, Bendahara OSIM, Hafidzah Wulandary Halim, serta Sekretaris OSIM, Wa Ode Neysa Alliya Baisof, yang bertugas sebagai notulen rapat. Kegiatan ini turut dihadiri dan diawasi oleh Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan serta Pembina OSIM.
Dalam rapat tersebut, masing-masing dari 10 bidang OSIM memaparkan rencana program kerja yang meliputi agenda kegiatan, perkiraan jadwal pelaksanaan, estimasi anggaran, serta usulan kegiatan yang akan dijalankan sepanjang tahun 2026. Selain itu, dibahas pula mekanisme dan sistem pelaksanaan kegiatan agar selaras dengan nilai-nilai pesantren serta aturan yang berlaku di madrasah dan asrama.
| Suasana diskusi pengurus selama rapat kerja |
Kesepakatan Tata Tertib dan Kebijakan Santri
Selain perencanaan program, rapat kerja ini juga menghasilkan sejumlah kesepakatan strategis, antara lain terkait iuran OSIM, tata tertib madrasah dan asrama, penggunaan fasilitas pesantren, tata tertib ibadah dan kedisiplinan santri, pelaksanaan kegiatan Kamis Literasi, tata tertib Maqsof, serta aturan perizinan dan penjengukan santri.
Seluruh pembahasan berlangsung dalam suasana yang kondusif, tertib, dan komunikatif, mencerminkan semangat musyawarah dan tanggung jawab para pengurus OSIM dalam menjalankan amanah organisasi.
| Penyerahan SK Pelantikan Pengurus OSIM Tahun 2026 |
| Foto bersama pimpinan dan pengasuh Pondok Pesantren Alfarohidy |
Awal Kepemimpinan OSIM Periode 2026
Sebagai informasi, pengurus OSIM Ma’had Alfarohidy periode 2026 telah resmi dilantik pada 21 Desember 2025, bertepatan dengan kegiatan pembagian rapor hasil belajar santri yang dihadiri oleh orang tua, wali, serta keluarga santri. Rapat kerja tahunan ini menjadi kelanjutan dari proses tersebut sekaligus penanda dimulainya roda organisasi OSIM secara aktif.
Melalui perencanaan yang matang dan dukungan penuh dari pihak pesantren, OSIM Ma’had Alfarohidy diharapkan mampu menjalankan perannya secara optimal sebagai wadah pembinaan kepemimpinan, kedisiplinan, dan karakter santri, serta berkontribusi positif dalam menciptakan lingkungan pesantren yang tertib, produktif, dan berakhlak mulia.
Kendari, Ahad (18/01/26) — Pondok Pesantren Alfarohidy kembali menunjukkan komitmennya dalam syiar Al-Qur’an dan pelayanan pendidikan Islam melalui kegiatan Wakaf Mushaf Al-Qur’an Madinah Eksklusif yang dilaksanakan pada Minggu pagi, 18 Januari 2026, di kawasan pedestrian eks-MTQ Nasional Kota Kendari.
Dalam kegiatan ini, masyarakat diajak berpartisipasi dalam program wakaf/infaq minimal Rp50.000 dan sebagai bentuk apresiasi, wakif akan mendapatkan Mushaf Al-Qur’an Madinah Eksklusif senilai Rp450.000. Program ini menjadi sarana untuk menumbuhkan semangat wakaf dan berinfaq sekaligus memperluas manfaat mushaf berkualitas bagi umat.
Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 06.00 hingga 10.00 WITA ini juga dirangkaikan dengan promosi penerimaan santri baru (SPMB) MTs dan MA Tahfidz Alfarohidy Tahun Ajaran 2026/2027. Momentum ini dipilih karena kawasan pedestrian eks-MTQ menjadi pusat aktivitas masyarakat yang sedang berolahraga pagi dan bersantai bersama keluarga.
Sebanyak empat orang santri Pondok Pesantren Alfarohidy turut terlibat langsung dalam kegiatan tersebut. Dengan penuh antusias dan keberanian, para santri berinteraksi secara santun dengan masyarakat, menyampaikan informasi seputar program wakaf mushaf serta memperkenalkan profil dan keunggulan pendidikan di Pesantren Alfarohidy.Respons masyarakat terlihat sangat positif. Warga menyambut baik kehadiran Pesantren Alfarohidy di ruang publik, menunjukkan ketertarikan terhadap program pendidikan yang ditawarkan, serta berpartisipasi langsung dalam wakaf Mushaf Al-Qur’an Madinah Eksklusif. Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa sinergi antara pesantren dan masyarakat dapat terjalin dengan baik melalui pendekatan yang edukatif dan humanis.
Melalui kegiatan ini, Pondok Pesantren Alfarohidy berharap dapat meningkatkan partisipasi masyarakat dalam mendukung syiar Al-Qur’an, sekaligus mendorong orang tua untuk mempercayakan pendidikan putra-putrinya di lembaga pendidikan Islam yang mengintegrasikan kurikulum nasional, pendidikan pesantren, serta program tahfidz Al-Qur’an secara seimbang.
Sebagai informasi, SPMB MTs dan MA Tahfidz Alfarohidy Tahun Ajaran 2026/2027 telah dibuka dan dapat diakses melalui laman resmi berikut:
👉 https://ppdb.alfarohidy.or.id/2026/01/ppdb-pondok-pesantren-alfarohidy.html
Bagi masyarakat yang ingin berkunjung langsung dan memperoleh informasi lebih lanjut, Pondok Pesantren Alfarohidy beralamat di Jalan Istiqomah, Desa Konda Satu, Kecamatan Konda, Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara. Seluruh guru dan tenaga kependidikan Pondok Pesantren Alfarohidy siap menyambut dengan ramah, terbuka, dan informatif.
Semoga kegiatan ini menjadi wasilah kebaikan, memperluas manfaat wakaf Al-Qur’an, serta mengantarkan generasi muda untuk memperoleh pendidikan Islami yang kokoh, berilmu, dan berakhlak mulia sesuai Al-Qur’an dan Sunnah.
Kegiatan kantin usaha ini merupakan realisasi dari program kerja Bidang VI OSIM, yaitu Pembinaan Kreativitas, Keterampilan, dan Kewirausahaan. Melalui program ini, OSIM berupaya menghadirkan unit usaha santri yang bersifat edukatif, produktif, dan berkelanjutan.
Pada penjualan perdana, OSIM menawarkan beberapa menu yang sederhana namun menarik minat santri, di antaranya pisang cokelat/keju, jasuke (jagung susu keju), serta soda lemonade. Seluruh modal usaha pada tahap awal ini bersumber dari kas OSIM, sebagai bentuk nyata kemandirian organisasi dalam mengelola dan mengembangkan usaha.
Program Kantin Sehat OSIM bertujuan untuk melatih jiwa kewirausahaan santri, menumbuhkan sikap mandiri, meningkatkan kerja sama tim, serta mengasah kreativitas dalam pengelolaan ide usaha dan kuliner. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan mampu meningkatkan kemandirian finansial OSIM melalui penguatan kas organisasi.
Pelaksanaan perdana kantin usaha OSIM mendapatkan respon yang sangat positif dari para santri. Mereka tampak antusias menyambut kehadiran kantin sehat ini dan berharap program tersebut dapat terus berlanjut. Bahkan, banyak santri yang mengusulkan agar ke depannya menu yang disajikan semakin variatif.
Dari seluruh menu yang dijual, pisang cokelat/keju menjadi menu terlaris. Produk ini habis terjual dalam waktu singkat, dan masih banyak santri yang belum kebagian serta berharap menu tersebut dapat kembali dijual pada pelaksanaan kantin berikutnya.
Pada tahap awal, kegiatan kantin masih dikelola oleh pengurus Bidang VI bersama pengurus inti OSIM. Ke depannya, pengelolaan akan dilakukan secara bergilir dengan melibatkan pengurus bidang lain, agar seluruh pengurus OSIM memperoleh pengalaman langsung dalam mengelola usaha.
Meski sebagian pengurus mengakui bahwa kegiatan ini cukup menguras tenaga dan menyita waktu istirahat di hari Minggu, semangat mereka tetap tinggi. Para pengurus tetap berkomitmen untuk menuntaskan seluruh rangkaian usaha serta melayani pesanan santri dengan penuh tanggung jawab.
Usai pelaksanaan kantin, pengurus OSIM lainnya turut membantu dalam kegiatan kebersihan area maksof, seperti mencuci peralatan yang digunakan, mengelap meja, serta mengepel lantai. Hal ini mencerminkan nilai tanggung jawab, kebersamaan, dan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan pesantren.
Ke depan, OSIM Ma’had Alfarohidy berkomitmen untuk melakukan evaluasi dan perbaikan berkelanjutan, agar pelaksanaan Kantin Usaha OSIM dapat berjalan lebih baik, lancar, efektif, profesional, serta adil bagi seluruh santri.
Melalui program ini, OSIM Ma’had Alfarohidy menegaskan perannya sebagai organisasi santri yang aktif, inovatif, dan responsif terhadap kebutuhan santri, sekaligus mendukung misi Pondok Pesantren Alfarohidy dalam mencetak santri yang mandiri, kreatif, dan berdaya saing.
Konda, Ahad (18/01/26) — Pondok Pesantren Alfarohidy kembali menggelar kegiatan Minggu produktif bagi para santri sebagai bagian dari pembinaan kedisiplinan dan karakter. Pada Ahad, 18 Januari 2026, sebanyak 13 santri banin melaksanakan kegiatan bersih-bersih lingkungan pesantren.
Kegiatan difokuskan pada area kantin OSIM, lapangan, serta bagian depan kamar mandi santri banin, termasuk pencabutan rumput liar. Aktivitas ini merupakan bentuk iqab (pembinaan edukatif) bagi santri banin yang masih melanggar ketentuan Lughoh berbahasa Arab serta kebiasaan bernyanyi yang tidak sesuai dengan aturan pesantren.
Pembinaan melalui kegiatan bersih-bersih ini dipilih tidak hanya sebagai bentuk penegakan disiplin, tetapi juga sebagai sarana menanamkan kesadaran akan pentingnya kebersihan lingkungan, melatih tanggung jawab, serta memperkuat nilai gotong royong dan kebersamaan antar santri. Selain itu, aktivitas fisik yang dilakukan turut menjadi ajang olahraga ringan yang menyehatkan.
Selama pelaksanaan, kegiatan berlangsung dengan tertib, kondusif, dan penuh tanggung jawab. Para santri mengikuti arahan dengan baik serta menunjukkan kerja sama yang positif. Proses kegiatan ini diawasi langsung oleh Ketua dan Wakil Ketua OSIM Ma’had Alfarohidy, guna memastikan pembinaan berjalan secara edukatif dan sesuai dengan nilai-nilai pesantren.
Melalui kegiatan seperti ini, Pondok Pesantren Alfarohidy berharap santri tidak hanya memahami konsekuensi dari setiap pelanggaran, tetapi juga mampu mengambil hikmah dan pembelajaran, sehingga terbentuk pribadi santri yang disiplin, peduli lingkungan, serta berakhlak mulia.
Written by Syeima Unhalia El Munavara
Konda, South Konawe — Pondok Pesantren Alfarohidy has officially launched its School Health Unit (UKS) program for the first time as part of an effort to strengthen student health services within the school environment. The program is designed to provide proper care for students who are unwell, as well as to offer essential health support such as basic medical treatment, medication, and healthy food.
The UKS program officially came into effect on Monday, January 12, 2026. On its first day of operation, at 07:15 a.m., two Grade 10 students, Azizah and Naylatus, received medical care at the UKS. Afifah Khairunnisa, a health officer from Field VI (Health and Physical Development), who is responsible for the program, explained that Azizah showed symptoms of fever, while Naylatus suffered from severe flu accompanied by stomach pain.
One of the students, Naylatus, shared her experience of being treated at the UKS for the first time. “When I was treated at the UKS for the first time, I felt relieved because I received good service. I am also happy about this new program from OSIM. I hope the program will continue to develop and add more facilities, such as blankets,” she said.
The UKS program was initiated following a decision made during a meeting of Field VI: Health and Physical Development, held on Saturday, January 10, 2026. According to OSIM advisor Fikrunnisa Sahlan, the program serves several important purposes.
The UKS program is intended to prevent the spread of viruses among students. Prior to the establishment of the UKS, sick students often remained in their dormitories, increasing the risk of interaction with healthy students and the potential transmission of illness. It also provide greater comfort for students who are unwell. Staying in dormitories can be challenging due to noise and daily activities, whereas the UKS offers a quieter and more supportive environment for recovery.
Furthermore, the UKS program was initiated to eliminate the negative image and fear among students regarding the UKS building, which had previously been perceived as frightening or “haunted.” Through active use, proper management, and positive activities, the program seeks to educate students that fear should not be rooted in superstition. Instead, it encourages them to strengthen their faith (tauhid) by believing that all matters, including health and illness, are under the will and protection of Allah.
By implementing this program, Pondok Pesantren Alfarohidy hopes to promote not only physical well-being but also mental resilience and spiritual awareness among students, creating a healthier, calmer, and faith-centered educational environment.
Written by Meisya Altafun Nisa
Konda, South Konawe — Pondok Pesantren Alfarohidy, located in Konda Satu, South Konawe Regency, officially welcomed two new transfer students from Wangi-Wangi District, Wakatobi Regency, on Sunday, January 4, 2026. Their arrival marked the beginning of the second semester of the 2025/2026 academic year and reflected their decision to continue their Islamic education in pesantren.
The students, who had previously studied in Punggaluku area of South Konawe, chose Pondok Pesantren Alfarohidy after carefully considering several Islamic boarding schools across Southeast Sulawesi. The pesantren's clean environment, strong discipline, and supportive learning atmosphere were cited as key factors influencing their decision.
One of the new students, Ahmad, shared his initial impression upon arriving at the pesantren. “My first impression when entering this pesantren is that the environment is clean, my friends are fun, and the lessons are engaging. One of my favorite subjects is Arabic,” he said. His statement reflects the positive atmosphere experienced during his early days of adaptation.
The arrival of the new students is considered particularly meaningful, as it comes only a few months after several students were reported to have left the pesantren. Despite the presence of many well-established Islamic boarding schools throughout Southeast Sulawesi Province, Pondok Pesantren Alfarohidy continues to be a preferred choice. The new students explained that the strict regulations of the pesantren played an important role in their decision. “I like this pesantren because its strict rules help me become more disciplined,” one of them stated. Another student added that his motivation was to gain deeper religious knowledge.
After spending one week at the pesantren, the students reported noticeable progress in their personal development. When asked about improvements in their skills and talents, they responded positively. “Yes, I feel that this pesantren helps me improve my skills and supports my dream of becoming a Da’i,” one student explained. They also noted that the structured daily routines have made them more diligent and disciplined than before.
Positive impressions were also shared by fellow students. Ahmad was described as kind, generous, helpful, cheerful, and diligent in his daily activities. Meanwhile, Awi was noted for being friendly, humorous, generous, active in maintaining cleanliness, and consistent in fulfilling his responsibilities.
From the teachers’ perspective, Ustadz Heldi observed that both students have adapted well. He explained that they blend easily with other students and consistently demonstrate respectful behavior toward teachers. According to him, within just one week, the students have shown a clear understanding of the pesantren’s rules and have displayed discipline, cleanliness, and enthusiasm for learning.
Ustadz Heldi also expressed his hopes for their continued growth. “May they remain consistent in memorizing Arabic vocabulary and stay diligent during halaqah sessions,” he said, emphasizing that perseverance will play a key role in supporting both their academic progress and character development.
| Suasana rapat kerja OSIM Ma'had Alfarohidy Tahun 2026 |
Pondok Pesantren Alfarohidy — Organisasi Santri Intra Madrasah (OSIM) Ma’had Alfarohidy menggelar Rapat Kerja Tahunan (Raker) Tahun 2026 pada Sabtu, 10 Januari 2026. Kegiatan ini menjadi langkah awal pengurus OSIM terpilih dalam merumuskan arah program, sistem kerja, serta tata tertib organisasi santri selama satu tahun ke depan.
Rapat kerja tersebut diikuti oleh pengurus OSIM yang berasal dari peserta didik MA Tahfidz Alfarohidy dan MTs Tahfidz Alfarohidy. Demi mendukung kelancaran kegiatan organisasi santri, Pondok Pesantren Alfarohidy secara khusus meliburkan kegiatan belajar mengajar (KBM) pada hari pelaksanaan rapat.
| Perwakilan Bidang 10 memaparkan usulan program kerja OSIM. |
Pemaparan Program dan Penguatan Sistem Organisasi
Rapat dipimpin langsung oleh Ketua OSIM, Sayeeda Elzena Zafind, didampingi Wakil Ketua OSIM, Resik Eka Tristania, Bendahara OSIM, Hafidzah Wulandary Halim, serta Sekretaris OSIM, Wa Ode Neysa Alliya Baisof, yang bertugas sebagai notulen rapat. Kegiatan ini turut dihadiri dan diawasi oleh Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan serta Pembina OSIM.
Dalam rapat tersebut, masing-masing dari 10 bidang OSIM memaparkan rencana program kerja yang meliputi agenda kegiatan, perkiraan jadwal pelaksanaan, estimasi anggaran, serta usulan kegiatan yang akan dijalankan sepanjang tahun 2026. Selain itu, dibahas pula mekanisme dan sistem pelaksanaan kegiatan agar selaras dengan nilai-nilai pesantren serta aturan yang berlaku di madrasah dan asrama.
| Suasana diskusi pengurus selama rapat kerja |
Kesepakatan Tata Tertib dan Kebijakan Santri
Selain perencanaan program, rapat kerja ini juga menghasilkan sejumlah kesepakatan strategis, antara lain terkait iuran OSIM, tata tertib madrasah dan asrama, penggunaan fasilitas pesantren, tata tertib ibadah dan kedisiplinan santri, pelaksanaan kegiatan Kamis Literasi, tata tertib Maqsof, serta aturan perizinan dan penjengukan santri.
Seluruh pembahasan berlangsung dalam suasana yang kondusif, tertib, dan komunikatif, mencerminkan semangat musyawarah dan tanggung jawab para pengurus OSIM dalam menjalankan amanah organisasi.
| Penyerahan SK Pelantikan Pengurus OSIM Tahun 2026 |
| Foto bersama pimpinan dan pengasuh Pondok Pesantren Alfarohidy |
Awal Kepemimpinan OSIM Periode 2026
Sebagai informasi, pengurus OSIM Ma’had Alfarohidy periode 2026 telah resmi dilantik pada 21 Desember 2025, bertepatan dengan kegiatan pembagian rapor hasil belajar santri yang dihadiri oleh orang tua, wali, serta keluarga santri. Rapat kerja tahunan ini menjadi kelanjutan dari proses tersebut sekaligus penanda dimulainya roda organisasi OSIM secara aktif.
Melalui perencanaan yang matang dan dukungan penuh dari pihak pesantren, OSIM Ma’had Alfarohidy diharapkan mampu menjalankan perannya secara optimal sebagai wadah pembinaan kepemimpinan, kedisiplinan, dan karakter santri, serta berkontribusi positif dalam menciptakan lingkungan pesantren yang tertib, produktif, dan berakhlak mulia.
Kendari, Ahad (18/01/26) — Pondok Pesantren Alfarohidy kembali menunjukkan komitmennya dalam syiar Al-Qur’an dan pelayanan pendidikan Islam melalui kegiatan Wakaf Mushaf Al-Qur’an Madinah Eksklusif yang dilaksanakan pada Minggu pagi, 18 Januari 2026, di kawasan pedestrian eks-MTQ Nasional Kota Kendari.
Dalam kegiatan ini, masyarakat diajak berpartisipasi dalam program wakaf/infaq minimal Rp50.000 dan sebagai bentuk apresiasi, wakif akan mendapatkan Mushaf Al-Qur’an Madinah Eksklusif senilai Rp450.000. Program ini menjadi sarana untuk menumbuhkan semangat wakaf dan berinfaq sekaligus memperluas manfaat mushaf berkualitas bagi umat.
Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 06.00 hingga 10.00 WITA ini juga dirangkaikan dengan promosi penerimaan santri baru (SPMB) MTs dan MA Tahfidz Alfarohidy Tahun Ajaran 2026/2027. Momentum ini dipilih karena kawasan pedestrian eks-MTQ menjadi pusat aktivitas masyarakat yang sedang berolahraga pagi dan bersantai bersama keluarga.
Sebanyak empat orang santri Pondok Pesantren Alfarohidy turut terlibat langsung dalam kegiatan tersebut. Dengan penuh antusias dan keberanian, para santri berinteraksi secara santun dengan masyarakat, menyampaikan informasi seputar program wakaf mushaf serta memperkenalkan profil dan keunggulan pendidikan di Pesantren Alfarohidy.Respons masyarakat terlihat sangat positif. Warga menyambut baik kehadiran Pesantren Alfarohidy di ruang publik, menunjukkan ketertarikan terhadap program pendidikan yang ditawarkan, serta berpartisipasi langsung dalam wakaf Mushaf Al-Qur’an Madinah Eksklusif. Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa sinergi antara pesantren dan masyarakat dapat terjalin dengan baik melalui pendekatan yang edukatif dan humanis.
Melalui kegiatan ini, Pondok Pesantren Alfarohidy berharap dapat meningkatkan partisipasi masyarakat dalam mendukung syiar Al-Qur’an, sekaligus mendorong orang tua untuk mempercayakan pendidikan putra-putrinya di lembaga pendidikan Islam yang mengintegrasikan kurikulum nasional, pendidikan pesantren, serta program tahfidz Al-Qur’an secara seimbang.
Sebagai informasi, SPMB MTs dan MA Tahfidz Alfarohidy Tahun Ajaran 2026/2027 telah dibuka dan dapat diakses melalui laman resmi berikut:
👉 https://ppdb.alfarohidy.or.id/2026/01/ppdb-pondok-pesantren-alfarohidy.html
Bagi masyarakat yang ingin berkunjung langsung dan memperoleh informasi lebih lanjut, Pondok Pesantren Alfarohidy beralamat di Jalan Istiqomah, Desa Konda Satu, Kecamatan Konda, Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara. Seluruh guru dan tenaga kependidikan Pondok Pesantren Alfarohidy siap menyambut dengan ramah, terbuka, dan informatif.
Semoga kegiatan ini menjadi wasilah kebaikan, memperluas manfaat wakaf Al-Qur’an, serta mengantarkan generasi muda untuk memperoleh pendidikan Islami yang kokoh, berilmu, dan berakhlak mulia sesuai Al-Qur’an dan Sunnah.
Kegiatan kantin usaha ini merupakan realisasi dari program kerja Bidang VI OSIM, yaitu Pembinaan Kreativitas, Keterampilan, dan Kewirausahaan. Melalui program ini, OSIM berupaya menghadirkan unit usaha santri yang bersifat edukatif, produktif, dan berkelanjutan.
Pada penjualan perdana, OSIM menawarkan beberapa menu yang sederhana namun menarik minat santri, di antaranya pisang cokelat/keju, jasuke (jagung susu keju), serta soda lemonade. Seluruh modal usaha pada tahap awal ini bersumber dari kas OSIM, sebagai bentuk nyata kemandirian organisasi dalam mengelola dan mengembangkan usaha.
Program Kantin Sehat OSIM bertujuan untuk melatih jiwa kewirausahaan santri, menumbuhkan sikap mandiri, meningkatkan kerja sama tim, serta mengasah kreativitas dalam pengelolaan ide usaha dan kuliner. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan mampu meningkatkan kemandirian finansial OSIM melalui penguatan kas organisasi.
Pelaksanaan perdana kantin usaha OSIM mendapatkan respon yang sangat positif dari para santri. Mereka tampak antusias menyambut kehadiran kantin sehat ini dan berharap program tersebut dapat terus berlanjut. Bahkan, banyak santri yang mengusulkan agar ke depannya menu yang disajikan semakin variatif.
Dari seluruh menu yang dijual, pisang cokelat/keju menjadi menu terlaris. Produk ini habis terjual dalam waktu singkat, dan masih banyak santri yang belum kebagian serta berharap menu tersebut dapat kembali dijual pada pelaksanaan kantin berikutnya.
Pada tahap awal, kegiatan kantin masih dikelola oleh pengurus Bidang VI bersama pengurus inti OSIM. Ke depannya, pengelolaan akan dilakukan secara bergilir dengan melibatkan pengurus bidang lain, agar seluruh pengurus OSIM memperoleh pengalaman langsung dalam mengelola usaha.
Meski sebagian pengurus mengakui bahwa kegiatan ini cukup menguras tenaga dan menyita waktu istirahat di hari Minggu, semangat mereka tetap tinggi. Para pengurus tetap berkomitmen untuk menuntaskan seluruh rangkaian usaha serta melayani pesanan santri dengan penuh tanggung jawab.
Usai pelaksanaan kantin, pengurus OSIM lainnya turut membantu dalam kegiatan kebersihan area maksof, seperti mencuci peralatan yang digunakan, mengelap meja, serta mengepel lantai. Hal ini mencerminkan nilai tanggung jawab, kebersamaan, dan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan pesantren.
Ke depan, OSIM Ma’had Alfarohidy berkomitmen untuk melakukan evaluasi dan perbaikan berkelanjutan, agar pelaksanaan Kantin Usaha OSIM dapat berjalan lebih baik, lancar, efektif, profesional, serta adil bagi seluruh santri.
Melalui program ini, OSIM Ma’had Alfarohidy menegaskan perannya sebagai organisasi santri yang aktif, inovatif, dan responsif terhadap kebutuhan santri, sekaligus mendukung misi Pondok Pesantren Alfarohidy dalam mencetak santri yang mandiri, kreatif, dan berdaya saing.
Konda, Ahad (18/01/26) — Pondok Pesantren Alfarohidy kembali menggelar kegiatan Minggu produktif bagi para santri sebagai bagian dari pembinaan kedisiplinan dan karakter. Pada Ahad, 18 Januari 2026, sebanyak 13 santri banin melaksanakan kegiatan bersih-bersih lingkungan pesantren.
Kegiatan difokuskan pada area kantin OSIM, lapangan, serta bagian depan kamar mandi santri banin, termasuk pencabutan rumput liar. Aktivitas ini merupakan bentuk iqab (pembinaan edukatif) bagi santri banin yang masih melanggar ketentuan Lughoh berbahasa Arab serta kebiasaan bernyanyi yang tidak sesuai dengan aturan pesantren.
Pembinaan melalui kegiatan bersih-bersih ini dipilih tidak hanya sebagai bentuk penegakan disiplin, tetapi juga sebagai sarana menanamkan kesadaran akan pentingnya kebersihan lingkungan, melatih tanggung jawab, serta memperkuat nilai gotong royong dan kebersamaan antar santri. Selain itu, aktivitas fisik yang dilakukan turut menjadi ajang olahraga ringan yang menyehatkan.
Selama pelaksanaan, kegiatan berlangsung dengan tertib, kondusif, dan penuh tanggung jawab. Para santri mengikuti arahan dengan baik serta menunjukkan kerja sama yang positif. Proses kegiatan ini diawasi langsung oleh Ketua dan Wakil Ketua OSIM Ma’had Alfarohidy, guna memastikan pembinaan berjalan secara edukatif dan sesuai dengan nilai-nilai pesantren.
Melalui kegiatan seperti ini, Pondok Pesantren Alfarohidy berharap santri tidak hanya memahami konsekuensi dari setiap pelanggaran, tetapi juga mampu mengambil hikmah dan pembelajaran, sehingga terbentuk pribadi santri yang disiplin, peduli lingkungan, serta berakhlak mulia.
Written by Syeima Unhalia El Munavara
Konda, South Konawe — Pondok Pesantren Alfarohidy has officially launched its School Health Unit (UKS) program for the first time as part of an effort to strengthen student health services within the school environment. The program is designed to provide proper care for students who are unwell, as well as to offer essential health support such as basic medical treatment, medication, and healthy food.
The UKS program officially came into effect on Monday, January 12, 2026. On its first day of operation, at 07:15 a.m., two Grade 10 students, Azizah and Naylatus, received medical care at the UKS. Afifah Khairunnisa, a health officer from Field VI (Health and Physical Development), who is responsible for the program, explained that Azizah showed symptoms of fever, while Naylatus suffered from severe flu accompanied by stomach pain.
One of the students, Naylatus, shared her experience of being treated at the UKS for the first time. “When I was treated at the UKS for the first time, I felt relieved because I received good service. I am also happy about this new program from OSIM. I hope the program will continue to develop and add more facilities, such as blankets,” she said.
The UKS program was initiated following a decision made during a meeting of Field VI: Health and Physical Development, held on Saturday, January 10, 2026. According to OSIM advisor Fikrunnisa Sahlan, the program serves several important purposes.
The UKS program is intended to prevent the spread of viruses among students. Prior to the establishment of the UKS, sick students often remained in their dormitories, increasing the risk of interaction with healthy students and the potential transmission of illness. It also provide greater comfort for students who are unwell. Staying in dormitories can be challenging due to noise and daily activities, whereas the UKS offers a quieter and more supportive environment for recovery.
Furthermore, the UKS program was initiated to eliminate the negative image and fear among students regarding the UKS building, which had previously been perceived as frightening or “haunted.” Through active use, proper management, and positive activities, the program seeks to educate students that fear should not be rooted in superstition. Instead, it encourages them to strengthen their faith (tauhid) by believing that all matters, including health and illness, are under the will and protection of Allah.
By implementing this program, Pondok Pesantren Alfarohidy hopes to promote not only physical well-being but also mental resilience and spiritual awareness among students, creating a healthier, calmer, and faith-centered educational environment.
Written by Meisya Altafun Nisa
Konda, South Konawe — Pondok Pesantren Alfarohidy, located in Konda Satu, South Konawe Regency, officially welcomed two new transfer students from Wangi-Wangi District, Wakatobi Regency, on Sunday, January 4, 2026. Their arrival marked the beginning of the second semester of the 2025/2026 academic year and reflected their decision to continue their Islamic education in pesantren.
The students, who had previously studied in Punggaluku area of South Konawe, chose Pondok Pesantren Alfarohidy after carefully considering several Islamic boarding schools across Southeast Sulawesi. The pesantren's clean environment, strong discipline, and supportive learning atmosphere were cited as key factors influencing their decision.
One of the new students, Ahmad, shared his initial impression upon arriving at the pesantren. “My first impression when entering this pesantren is that the environment is clean, my friends are fun, and the lessons are engaging. One of my favorite subjects is Arabic,” he said. His statement reflects the positive atmosphere experienced during his early days of adaptation.
The arrival of the new students is considered particularly meaningful, as it comes only a few months after several students were reported to have left the pesantren. Despite the presence of many well-established Islamic boarding schools throughout Southeast Sulawesi Province, Pondok Pesantren Alfarohidy continues to be a preferred choice. The new students explained that the strict regulations of the pesantren played an important role in their decision. “I like this pesantren because its strict rules help me become more disciplined,” one of them stated. Another student added that his motivation was to gain deeper religious knowledge.
After spending one week at the pesantren, the students reported noticeable progress in their personal development. When asked about improvements in their skills and talents, they responded positively. “Yes, I feel that this pesantren helps me improve my skills and supports my dream of becoming a Da’i,” one student explained. They also noted that the structured daily routines have made them more diligent and disciplined than before.
Positive impressions were also shared by fellow students. Ahmad was described as kind, generous, helpful, cheerful, and diligent in his daily activities. Meanwhile, Awi was noted for being friendly, humorous, generous, active in maintaining cleanliness, and consistent in fulfilling his responsibilities.
From the teachers’ perspective, Ustadz Heldi observed that both students have adapted well. He explained that they blend easily with other students and consistently demonstrate respectful behavior toward teachers. According to him, within just one week, the students have shown a clear understanding of the pesantren’s rules and have displayed discipline, cleanliness, and enthusiasm for learning.
Ustadz Heldi also expressed his hopes for their continued growth. “May they remain consistent in memorizing Arabic vocabulary and stay diligent during halaqah sessions,” he said, emphasizing that perseverance will play a key role in supporting both their academic progress and character development.
| Suasana rapat kerja OSIM Ma'had Alfarohidy Tahun 2026 |
Pondok Pesantren Alfarohidy — Organisasi Santri Intra Madrasah (OSIM) Ma’had Alfarohidy menggelar Rapat Kerja Tahunan (Raker) Tahun 2026 pada Sabtu, 10 Januari 2026. Kegiatan ini menjadi langkah awal pengurus OSIM terpilih dalam merumuskan arah program, sistem kerja, serta tata tertib organisasi santri selama satu tahun ke depan.
Rapat kerja tersebut diikuti oleh pengurus OSIM yang berasal dari peserta didik MA Tahfidz Alfarohidy dan MTs Tahfidz Alfarohidy. Demi mendukung kelancaran kegiatan organisasi santri, Pondok Pesantren Alfarohidy secara khusus meliburkan kegiatan belajar mengajar (KBM) pada hari pelaksanaan rapat.
| Perwakilan Bidang 10 memaparkan usulan program kerja OSIM. |
Pemaparan Program dan Penguatan Sistem Organisasi
Rapat dipimpin langsung oleh Ketua OSIM, Sayeeda Elzena Zafind, didampingi Wakil Ketua OSIM, Resik Eka Tristania, Bendahara OSIM, Hafidzah Wulandary Halim, serta Sekretaris OSIM, Wa Ode Neysa Alliya Baisof, yang bertugas sebagai notulen rapat. Kegiatan ini turut dihadiri dan diawasi oleh Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan serta Pembina OSIM.
Dalam rapat tersebut, masing-masing dari 10 bidang OSIM memaparkan rencana program kerja yang meliputi agenda kegiatan, perkiraan jadwal pelaksanaan, estimasi anggaran, serta usulan kegiatan yang akan dijalankan sepanjang tahun 2026. Selain itu, dibahas pula mekanisme dan sistem pelaksanaan kegiatan agar selaras dengan nilai-nilai pesantren serta aturan yang berlaku di madrasah dan asrama.
| Suasana diskusi pengurus selama rapat kerja |
Kesepakatan Tata Tertib dan Kebijakan Santri
Selain perencanaan program, rapat kerja ini juga menghasilkan sejumlah kesepakatan strategis, antara lain terkait iuran OSIM, tata tertib madrasah dan asrama, penggunaan fasilitas pesantren, tata tertib ibadah dan kedisiplinan santri, pelaksanaan kegiatan Kamis Literasi, tata tertib Maqsof, serta aturan perizinan dan penjengukan santri.
Seluruh pembahasan berlangsung dalam suasana yang kondusif, tertib, dan komunikatif, mencerminkan semangat musyawarah dan tanggung jawab para pengurus OSIM dalam menjalankan amanah organisasi.
| Penyerahan SK Pelantikan Pengurus OSIM Tahun 2026 |
| Foto bersama pimpinan dan pengasuh Pondok Pesantren Alfarohidy |
Awal Kepemimpinan OSIM Periode 2026
Sebagai informasi, pengurus OSIM Ma’had Alfarohidy periode 2026 telah resmi dilantik pada 21 Desember 2025, bertepatan dengan kegiatan pembagian rapor hasil belajar santri yang dihadiri oleh orang tua, wali, serta keluarga santri. Rapat kerja tahunan ini menjadi kelanjutan dari proses tersebut sekaligus penanda dimulainya roda organisasi OSIM secara aktif.
Melalui perencanaan yang matang dan dukungan penuh dari pihak pesantren, OSIM Ma’had Alfarohidy diharapkan mampu menjalankan perannya secara optimal sebagai wadah pembinaan kepemimpinan, kedisiplinan, dan karakter santri, serta berkontribusi positif dalam menciptakan lingkungan pesantren yang tertib, produktif, dan berakhlak mulia.
Kendari, Ahad (18/01/26) — Pondok Pesantren Alfarohidy kembali menunjukkan komitmennya dalam syiar Al-Qur’an dan pelayanan pendidikan Islam ...
Konda, Ahad (18/01/26) — OSIM Ma’had Alfarohidy menghadirkan gebrakan baru pada awal semester genap dengan memulai program Kantin Sehat OSIM...
Konda, Ahad (18/01/26) — Pondok Pesantren Alfarohidy kembali menggelar kegiatan Minggu produktif bagi para santri sebagai bagian dari pembin...
Written by Syeima Unhalia El Munavara Konda, South Konawe — Pondok Pesantren Alfarohidy has officially launched its School Health Unit (UKS...
Written by Meisya Altafun Nisa Konda, South Konawe — Pondok Pesantren Alfarohidy, located in Konda Satu, South Konawe Regency, officially we...
Suasana rapat kerja OSIM Ma'had Alfarohidy Tahun 2026 Pondok Pesantren Alfarohidy — Organisasi Santri Intra Madrasah (OSIM) Ma’had Alfa...
🚨 Kesempatan Terakhir! Pendaftaran Holiday Camp Alfarohidy 2025 Tinggal 1 Hari Lagi 🚨 Ayah & Bunda yang penuh perhatian da...
🌿 Masyaa Allah, Tabarakallah 🩵💦 Aulad Alfarohidy Arabic School Raih Prestasi di Festival Literasi! Alhamdulillah, giat Aulad ...