Debut Perdana Tim Futsal Alfarohidy, Petik Banyak Pelajaran di Mini Turnamen MTs Al-Fath Cup 2026
Kendari (15/02/26) – Semangat juang dan sportivitas ditunjukkan oleh santri banin Pondok Pesantren Alfarohidy saat mengikuti ajang Mini Tur...
Kendari (15/02/26) – Semangat juang dan sportivitas ditunjukkan oleh santri banin Pondok Pesantren Alfarohidy saat mengikuti ajang Mini Turnamen Futsal MTs Al-Fath Cup 2026 yang diselenggarakan pada Minggu, 15 Februari 2026 di Mubaraq Sport. Turnamen ini diikuti oleh delapan tim dari berbagai sekolah dan madrasah yang bersaing untuk meraih gelar juara.
Dalam kompetisi tersebut, Pondok Pesantren Alfarohidy mengirimkan satu tim futsal yang terdiri dari 13 santri banin. Keikutsertaan ini menjadi momentum penting bagi para santri untuk mengembangkan bakat di bidang olahraga sekaligus melatih mental bertanding, kerja sama tim, dan kedisiplinan.
Sepanjang turnamen, tim futsal Alfarohidy menjalani tiga pertandingan yang berlangsung dengan tensi tinggi dan penuh semangat. Pada pertandingan pertama, Alfarohidy berhasil menahan imbang tim tuan rumah MTsS Al-Fath dengan skor 1-1. Hasil ini menunjukkan kemampuan tim dalam menjaga keseimbangan permainan serta semangat pantang menyerah.
Pada pertandingan kedua, Alfarohidy menghadapi tim SMPN 16 Kendari. Meskipun harus mengakui keunggulan lawan dengan skor 0-5, para pemain tetap berusaha memberikan permainan terbaik hingga akhir pertandingan. Selanjutnya, pada pertandingan ketiga melawan tim Ponpes Al-Ihsan Baron Kendari, Alfarohidy kembali memberikan perlawanan sengit meskipun harus menerima kekalahan tipis dengan skor 1-2.
Pertandingan yang berlangsung kompetitif sempat diwarnai insiden pelanggaran yang cukup membahayakan dari salah satu pemain Alfarohidy, sehingga wasit memberikan kartu kuning sebagai bentuk penegakan aturan. Momen tersebut menjadi pelajaran penting bagi para santri untuk semakin menjunjung tinggi sportivitas dan kontrol emosi dalam bertanding.
Secara keseluruhan, tim futsal Alfarohidy menempati peringkat ke-7 dari delapan tim yang bertanding. Meskipun hasil tersebut belum maksimal, pengalaman pertama mengikuti turnamen menjadi bekal berharga bagi para santri untuk terus berkembang.
Pelatih tim, Ust. Jabar, mengungkapkan bahwa performa tim belum optimal karena beberapa faktor. Salah satunya yaitu dikarenakan para santri masih merasa grogi karena ini merupakan pengalaman pertama mereka mengikuti turnamen, sehingga strategi yang sudah dilatihkan belum dapat diterapkan dengan maksimal di lapangan.
Selain faktor mental, kondisi perlengkapan juga turut memengaruhi performa tim. Beberapa pemain mengalami kendala pada sepatu yang rusak selama pertandingan, sehingga berdampak pada kenyamanan dan pergerakan di lapangan. Di samping itu, keterbatasan waktu persiapan latihan, penguatan mental, serta strategi permainan menjadi tantangan tersendiri bagi tim.
Meski demikian, semangat juang dan kebersamaan yang ditunjukkan para santri menjadi nilai utama dari keikutsertaan ini. Pengalaman bertanding di ajang resmi diharapkan dapat menjadi evaluasi sekaligus motivasi untuk meningkatkan kualitas latihan dan kesiapan tim ke depan.
Melalui pengalaman ini, Pondok Pesantren Alfarohidy berharap para santri dapat terus berproses, mengasah kemampuan, dan tampil lebih percaya diri dalam kompetisi selanjutnya. Dengan latihan yang lebih terarah, mental dan kerja sama tim yang semakin kuat, serta dukungan yang lebih optimal, diharapkan tim futsal Alfarohidy mampu menunjukkan performa yang lebih baik dan meraih prestasi yang membanggakan di masa mendatang.
MTs Tahfidz Alfarohidy mengirimkan lima santri terbaiknya untuk berpartisipasi dalam berbagai cabang lomba. Pada bidang akademik, Olimpiade Matematika diikuti oleh Wa Ode Ainaya Rifda Alisha (Kelas VII), serta Olimpiade IPS oleh Afifah Nadia Khairiyah (Kelas VII). Kedua cabang lomba tersebut dilaksanakan pada 9 Februari 2026.
Di bidang seni dan bahasa, Raihanah Mazaya Mattalitti (Kelas VII) mengikuti Lomba Story Telling yang digelar pada 11 Februari 2026. Sementara itu, pada 12 Februari 2026, dua santri Kelas IX, Andi Farah Aulia Amiratulhaq dan Nurul Husna, turut berpartisipasi dalam Lomba Pidato Bahasa Indonesia dengan penuh percaya diri.
Para peserta mengaku sempat merasakan gugup sebelum tampil. Namun, dengan persiapan yang telah mereka lakukan serta dukungan dari para guru dan orang tua, mereka mampu mengikuti seluruh rangkaian lomba dengan penuh semangat dan optimisme. Pengalaman tampil di ajang tingkat MTs ini menjadi momentum berharga dalam melatih mental, meningkatkan kemampuan, serta membangun kepercayaan diri.
Meskipun pada pengumuman hasil lomba belum ada santri MTs Tahfidz Alfarohidy yang berhasil meraih juara, hal tersebut tidak mengurangi rasa bangga dan kebahagiaan para peserta. Mereka mengaku merasa senang telah mendapatkan pengalaman berharga yang menjadi motivasi untuk terus belajar dan berprestasi di masa mendatang.
Partisipasi ini menjadi bukti nyata komitmen Pondok Pesantren Alfarohidy dalam mendukung pengembangan potensi santri penghafal Al-Qur'an secara menyeluruh, tidak hanya dalam bidang keagamaan, tetapi juga akademik, seni, dan keterampilan lainnya. Diharapkan, melalui kegiatan seperti ini, santri dapat tumbuh menjadi generasi yang berakhlak mulia, percaya diri, serta mampu bersaing di berbagai bidang.
Pada pelaksanaan Lomba Story Telling dan Pidato Bahasa Indonesia, panitia menetapkan salah satu persyaratan pendaftaran berupa kewajiban bagi setiap peserta untuk membuka rekening di Bank Bahteramas sebagai salah satu sponsor kegiatan. Menyikapi hal tersebut, santri MTs Tahfidz Alfarohidy menjalankan ketentuan tersebut dengan tertib dan penuh tanggung jawab.
Proses pembukaan rekening dilakukan langsung di lokasi kegiatan lomba dan dipandu oleh pegawai Bank Bahteramas, sehingga berjalan dengan lancar dan memudahkan peserta dalam memenuhi persyaratan administrasi. Kepatuhan terhadap aturan ini menjadi salah satu bentuk kedisiplinan santri dalam mengikuti setiap tahapan kegiatan secara profesional.
Kendari (12/02/26) – Pembelajaran tidak selalu harus berlangsung di dalam kelas. Hal inilah yang dirasakan oleh santri kelas VII MTs Tahfidz Alfarohidy yang mengikuti kegiatan belajar luar kelas pada Kamis, 12 Februari 2026. Melalui kunjungan edukatif ke Museum Negeri Sulawesi Tenggara dan Perpustakaan Modern Sulawesi Tenggara, para santri mendapatkan pengalaman belajar yang lebih nyata, menarik, dan bermakna.
Kegiatan ini merupakan bagian dari pembelajaran mata pelajaran Bahasa Indonesia yang bertujuan untuk meningkatkan literasi, memperluas wawasan, serta menumbuhkan rasa ingin tahu santri terhadap ilmu pengetahuan dan budaya. Sebanyak 20 santri turut serta dalam kegiatan ini, terdiri dari 12 santri banin dan 8 santri banat, yang didampingi oleh tiga orang muallimah.
Selama berada di Museum Negeri Sulawesi Tenggara, para santri mempelajari berbagai koleksi bersejarah yang mencerminkan kekayaan budaya dan perjalanan sejarah daerah. Dengan penuh antusias, mereka mengamati artefak, membaca informasi yang tersedia, serta mendengarkan penjelasan yang menambah pemahaman mereka terhadap materi yang dipelajari di kelas.
Kunjungan kemudian dilanjutkan ke Perpustakaan Modern Sulawesi Tenggara. Di tempat ini, para santri dikenalkan dengan lingkungan literasi yang nyaman dan modern. Mereka memanfaatkan waktu untuk membaca, menjelajahi berbagai koleksi buku, serta mengenal fasilitas perpustakaan berbasis teknologi yang mendukung kegiatan belajar.
Kegiatan belajar luar kelas ini berlangsung dengan suasana yang seru dan menyenangkan. Selain menjadi sarana pembelajaran, kegiatan ini juga menjadi momen rekreasi bagi santri setelah menjalani rutinitas belajar di lingkungan pesantren. Meskipun jarak tempuh menuju lokasi cukup jauh dan jadwal kegiatan cukup padat karena mengunjungi dua tempat sekaligus, semangat para santri tetap tinggi sepanjang kegiatan berlangsung.
Di tengah padatnya rangkaian kegiatan, para santri tetap menjaga kedisiplinan dalam menjalankan kewajiban ibadah. Mereka tetap melaksanakan shalat tepat waktu, menunjukkan bahwa nilai-nilai religius tetap menjadi prioritas dalam setiap aktivitas.
Sebagai penutup kegiatan, para santri melakukan kunjungan ke Masjid Al-Alam Kendari. Selain melaksanakan shalat, mereka juga beristirahat sejenak sambil menikmati suasana masjid yang megah dan menenangkan sebelum kembali ke Pondok Pesantren Alfarohidy.
Kegiatan ini memberikan pengalaman belajar yang berkesan sekaligus memperkuat semangat literasi, kemandirian, dan kedisiplinan santri. Melalui kegiatan seperti ini, Pondok Pesantren Alfarohidy terus berkomitmen membentuk generasi yang tidak hanya unggul dalam ilmu pengetahuan, tetapi juga berakhlak mulia dan berwawasan luas.
Kendari, Ahad (18/01/26) — Pondok Pesantren Alfarohidy kembali menunjukkan komitmennya dalam syiar Al-Qur’an dan pelayanan pendidikan Islam melalui kegiatan Wakaf Mushaf Al-Qur’an Madinah Eksklusif yang dilaksanakan pada Minggu pagi, 18 Januari 2026, di kawasan pedestrian eks-MTQ Nasional Kota Kendari.
Dalam kegiatan ini, masyarakat diajak berpartisipasi dalam program wakaf/infaq minimal Rp50.000 dan sebagai bentuk apresiasi, wakif akan mendapatkan Mushaf Al-Qur’an Madinah Eksklusif senilai Rp450.000. Program ini menjadi sarana untuk menumbuhkan semangat wakaf dan berinfaq sekaligus memperluas manfaat mushaf berkualitas bagi umat.
Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 06.00 hingga 10.00 WITA ini juga dirangkaikan dengan promosi penerimaan santri baru (SPMB) MTs dan MA Tahfidz Alfarohidy Tahun Ajaran 2026/2027. Momentum ini dipilih karena kawasan pedestrian eks-MTQ menjadi pusat aktivitas masyarakat yang sedang berolahraga pagi dan bersantai bersama keluarga.
Sebanyak empat orang santri Pondok Pesantren Alfarohidy turut terlibat langsung dalam kegiatan tersebut. Dengan penuh antusias dan keberanian, para santri berinteraksi secara santun dengan masyarakat, menyampaikan informasi seputar program wakaf mushaf serta memperkenalkan profil dan keunggulan pendidikan di Pesantren Alfarohidy.Respons masyarakat terlihat sangat positif. Warga menyambut baik kehadiran Pesantren Alfarohidy di ruang publik, menunjukkan ketertarikan terhadap program pendidikan yang ditawarkan, serta berpartisipasi langsung dalam wakaf Mushaf Al-Qur’an Madinah Eksklusif. Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa sinergi antara pesantren dan masyarakat dapat terjalin dengan baik melalui pendekatan yang edukatif dan humanis.
Melalui kegiatan ini, Pondok Pesantren Alfarohidy berharap dapat meningkatkan partisipasi masyarakat dalam mendukung syiar Al-Qur’an, sekaligus mendorong orang tua untuk mempercayakan pendidikan putra-putrinya di lembaga pendidikan Islam yang mengintegrasikan kurikulum nasional, pendidikan pesantren, serta program tahfidz Al-Qur’an secara seimbang.
Sebagai informasi, SPMB MTs dan MA Tahfidz Alfarohidy Tahun Ajaran 2026/2027 telah dibuka dan dapat diakses melalui laman resmi berikut:
👉 https://ppdb.alfarohidy.or.id/2026/01/ppdb-pondok-pesantren-alfarohidy.html
Bagi masyarakat yang ingin berkunjung langsung dan memperoleh informasi lebih lanjut, Pondok Pesantren Alfarohidy beralamat di Jalan Istiqomah, Desa Konda Satu, Kecamatan Konda, Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara. Seluruh guru dan tenaga kependidikan Pondok Pesantren Alfarohidy siap menyambut dengan ramah, terbuka, dan informatif.
Semoga kegiatan ini menjadi wasilah kebaikan, memperluas manfaat wakaf Al-Qur’an, serta mengantarkan generasi muda untuk memperoleh pendidikan Islami yang kokoh, berilmu, dan berakhlak mulia sesuai Al-Qur’an dan Sunnah.
Kegiatan kantin usaha ini merupakan realisasi dari program kerja Bidang VI OSIM, yaitu Pembinaan Kreativitas, Keterampilan, dan Kewirausahaan. Melalui program ini, OSIM berupaya menghadirkan unit usaha santri yang bersifat edukatif, produktif, dan berkelanjutan.
Pada penjualan perdana, OSIM menawarkan beberapa menu yang sederhana namun menarik minat santri, di antaranya pisang cokelat/keju, jasuke (jagung susu keju), serta soda lemonade. Seluruh modal usaha pada tahap awal ini bersumber dari kas OSIM, sebagai bentuk nyata kemandirian organisasi dalam mengelola dan mengembangkan usaha.
Program Kantin Sehat OSIM bertujuan untuk melatih jiwa kewirausahaan santri, menumbuhkan sikap mandiri, meningkatkan kerja sama tim, serta mengasah kreativitas dalam pengelolaan ide usaha dan kuliner. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan mampu meningkatkan kemandirian finansial OSIM melalui penguatan kas organisasi.
Pelaksanaan perdana kantin usaha OSIM mendapatkan respon yang sangat positif dari para santri. Mereka tampak antusias menyambut kehadiran kantin sehat ini dan berharap program tersebut dapat terus berlanjut. Bahkan, banyak santri yang mengusulkan agar ke depannya menu yang disajikan semakin variatif.
Dari seluruh menu yang dijual, pisang cokelat/keju menjadi menu terlaris. Produk ini habis terjual dalam waktu singkat, dan masih banyak santri yang belum kebagian serta berharap menu tersebut dapat kembali dijual pada pelaksanaan kantin berikutnya.
Pada tahap awal, kegiatan kantin masih dikelola oleh pengurus Bidang VI bersama pengurus inti OSIM. Ke depannya, pengelolaan akan dilakukan secara bergilir dengan melibatkan pengurus bidang lain, agar seluruh pengurus OSIM memperoleh pengalaman langsung dalam mengelola usaha.
Meski sebagian pengurus mengakui bahwa kegiatan ini cukup menguras tenaga dan menyita waktu istirahat di hari Minggu, semangat mereka tetap tinggi. Para pengurus tetap berkomitmen untuk menuntaskan seluruh rangkaian usaha serta melayani pesanan santri dengan penuh tanggung jawab.
Usai pelaksanaan kantin, pengurus OSIM lainnya turut membantu dalam kegiatan kebersihan area maksof, seperti mencuci peralatan yang digunakan, mengelap meja, serta mengepel lantai. Hal ini mencerminkan nilai tanggung jawab, kebersamaan, dan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan pesantren.
Ke depan, OSIM Ma’had Alfarohidy berkomitmen untuk melakukan evaluasi dan perbaikan berkelanjutan, agar pelaksanaan Kantin Usaha OSIM dapat berjalan lebih baik, lancar, efektif, profesional, serta adil bagi seluruh santri.
Melalui program ini, OSIM Ma’had Alfarohidy menegaskan perannya sebagai organisasi santri yang aktif, inovatif, dan responsif terhadap kebutuhan santri, sekaligus mendukung misi Pondok Pesantren Alfarohidy dalam mencetak santri yang mandiri, kreatif, dan berdaya saing.
Konda, Ahad (18/01/26) — Pondok Pesantren Alfarohidy kembali menggelar kegiatan Minggu produktif bagi para santri sebagai bagian dari pembinaan kedisiplinan dan karakter. Pada Ahad, 18 Januari 2026, sebanyak 13 santri banin melaksanakan kegiatan bersih-bersih lingkungan pesantren.
Kegiatan difokuskan pada area kantin OSIM, lapangan, serta bagian depan kamar mandi santri banin, termasuk pencabutan rumput liar. Aktivitas ini merupakan bentuk iqab (pembinaan edukatif) bagi santri banin yang masih melanggar ketentuan Lughoh berbahasa Arab serta kebiasaan bernyanyi yang tidak sesuai dengan aturan pesantren.
Pembinaan melalui kegiatan bersih-bersih ini dipilih tidak hanya sebagai bentuk penegakan disiplin, tetapi juga sebagai sarana menanamkan kesadaran akan pentingnya kebersihan lingkungan, melatih tanggung jawab, serta memperkuat nilai gotong royong dan kebersamaan antar santri. Selain itu, aktivitas fisik yang dilakukan turut menjadi ajang olahraga ringan yang menyehatkan.
Selama pelaksanaan, kegiatan berlangsung dengan tertib, kondusif, dan penuh tanggung jawab. Para santri mengikuti arahan dengan baik serta menunjukkan kerja sama yang positif. Proses kegiatan ini diawasi langsung oleh Ketua dan Wakil Ketua OSIM Ma’had Alfarohidy, guna memastikan pembinaan berjalan secara edukatif dan sesuai dengan nilai-nilai pesantren.
Melalui kegiatan seperti ini, Pondok Pesantren Alfarohidy berharap santri tidak hanya memahami konsekuensi dari setiap pelanggaran, tetapi juga mampu mengambil hikmah dan pembelajaran, sehingga terbentuk pribadi santri yang disiplin, peduli lingkungan, serta berakhlak mulia.
Written by Syeima Unhalia El Munavara
Konda, South Konawe — Pondok Pesantren Alfarohidy has officially launched its School Health Unit (UKS) program for the first time as part of an effort to strengthen student health services within the school environment. The program is designed to provide proper care for students who are unwell, as well as to offer essential health support such as basic medical treatment, medication, and healthy food.
The UKS program officially came into effect on Monday, January 12, 2026. On its first day of operation, at 07:15 a.m., two Grade 10 students, Azizah and Naylatus, received medical care at the UKS. Afifah Khairunnisa, a health officer from Field VI (Health and Physical Development), who is responsible for the program, explained that Azizah showed symptoms of fever, while Naylatus suffered from severe flu accompanied by stomach pain.
One of the students, Naylatus, shared her experience of being treated at the UKS for the first time. “When I was treated at the UKS for the first time, I felt relieved because I received good service. I am also happy about this new program from OSIM. I hope the program will continue to develop and add more facilities, such as blankets,” she said.
The UKS program was initiated following a decision made during a meeting of Field VI: Health and Physical Development, held on Saturday, January 10, 2026. According to OSIM advisor Fikrunnisa Sahlan, the program serves several important purposes.
The UKS program is intended to prevent the spread of viruses among students. Prior to the establishment of the UKS, sick students often remained in their dormitories, increasing the risk of interaction with healthy students and the potential transmission of illness. It also provide greater comfort for students who are unwell. Staying in dormitories can be challenging due to noise and daily activities, whereas the UKS offers a quieter and more supportive environment for recovery.
Furthermore, the UKS program was initiated to eliminate the negative image and fear among students regarding the UKS building, which had previously been perceived as frightening or “haunted.” Through active use, proper management, and positive activities, the program seeks to educate students that fear should not be rooted in superstition. Instead, it encourages them to strengthen their faith (tauhid) by believing that all matters, including health and illness, are under the will and protection of Allah.
By implementing this program, Pondok Pesantren Alfarohidy hopes to promote not only physical well-being but also mental resilience and spiritual awareness among students, creating a healthier, calmer, and faith-centered educational environment.
Written by Meisya Altafun Nisa
Konda, South Konawe — Pondok Pesantren Alfarohidy, located in Konda Satu, South Konawe Regency, officially welcomed two new transfer students from Wangi-Wangi District, Wakatobi Regency, on Sunday, January 4, 2026. Their arrival marked the beginning of the second semester of the 2025/2026 academic year and reflected their decision to continue their Islamic education in pesantren.
The students, who had previously studied in Punggaluku area of South Konawe, chose Pondok Pesantren Alfarohidy after carefully considering several Islamic boarding schools across Southeast Sulawesi. The pesantren's clean environment, strong discipline, and supportive learning atmosphere were cited as key factors influencing their decision.
One of the new students, Ahmad, shared his initial impression upon arriving at the pesantren. “My first impression when entering this pesantren is that the environment is clean, my friends are fun, and the lessons are engaging. One of my favorite subjects is Arabic,” he said. His statement reflects the positive atmosphere experienced during his early days of adaptation.
The arrival of the new students is considered particularly meaningful, as it comes only a few months after several students were reported to have left the pesantren. Despite the presence of many well-established Islamic boarding schools throughout Southeast Sulawesi Province, Pondok Pesantren Alfarohidy continues to be a preferred choice. The new students explained that the strict regulations of the pesantren played an important role in their decision. “I like this pesantren because its strict rules help me become more disciplined,” one of them stated. Another student added that his motivation was to gain deeper religious knowledge.
After spending one week at the pesantren, the students reported noticeable progress in their personal development. When asked about improvements in their skills and talents, they responded positively. “Yes, I feel that this pesantren helps me improve my skills and supports my dream of becoming a Da’i,” one student explained. They also noted that the structured daily routines have made them more diligent and disciplined than before.
Positive impressions were also shared by fellow students. Ahmad was described as kind, generous, helpful, cheerful, and diligent in his daily activities. Meanwhile, Awi was noted for being friendly, humorous, generous, active in maintaining cleanliness, and consistent in fulfilling his responsibilities.
From the teachers’ perspective, Ustadz Heldi observed that both students have adapted well. He explained that they blend easily with other students and consistently demonstrate respectful behavior toward teachers. According to him, within just one week, the students have shown a clear understanding of the pesantren’s rules and have displayed discipline, cleanliness, and enthusiasm for learning.
Ustadz Heldi also expressed his hopes for their continued growth. “May they remain consistent in memorizing Arabic vocabulary and stay diligent during halaqah sessions,” he said, emphasizing that perseverance will play a key role in supporting both their academic progress and character development.
Kendari (15/02/26) – Semangat juang dan sportivitas ditunjukkan oleh santri banin Pondok Pesantren Alfarohidy saat mengikuti ajang Mini Turnamen Futsal MTs Al-Fath Cup 2026 yang diselenggarakan pada Minggu, 15 Februari 2026 di Mubaraq Sport. Turnamen ini diikuti oleh delapan tim dari berbagai sekolah dan madrasah yang bersaing untuk meraih gelar juara.
Dalam kompetisi tersebut, Pondok Pesantren Alfarohidy mengirimkan satu tim futsal yang terdiri dari 13 santri banin. Keikutsertaan ini menjadi momentum penting bagi para santri untuk mengembangkan bakat di bidang olahraga sekaligus melatih mental bertanding, kerja sama tim, dan kedisiplinan.
Sepanjang turnamen, tim futsal Alfarohidy menjalani tiga pertandingan yang berlangsung dengan tensi tinggi dan penuh semangat. Pada pertandingan pertama, Alfarohidy berhasil menahan imbang tim tuan rumah MTsS Al-Fath dengan skor 1-1. Hasil ini menunjukkan kemampuan tim dalam menjaga keseimbangan permainan serta semangat pantang menyerah.
Pada pertandingan kedua, Alfarohidy menghadapi tim SMPN 16 Kendari. Meskipun harus mengakui keunggulan lawan dengan skor 0-5, para pemain tetap berusaha memberikan permainan terbaik hingga akhir pertandingan. Selanjutnya, pada pertandingan ketiga melawan tim Ponpes Al-Ihsan Baron Kendari, Alfarohidy kembali memberikan perlawanan sengit meskipun harus menerima kekalahan tipis dengan skor 1-2.
Pertandingan yang berlangsung kompetitif sempat diwarnai insiden pelanggaran yang cukup membahayakan dari salah satu pemain Alfarohidy, sehingga wasit memberikan kartu kuning sebagai bentuk penegakan aturan. Momen tersebut menjadi pelajaran penting bagi para santri untuk semakin menjunjung tinggi sportivitas dan kontrol emosi dalam bertanding.
Secara keseluruhan, tim futsal Alfarohidy menempati peringkat ke-7 dari delapan tim yang bertanding. Meskipun hasil tersebut belum maksimal, pengalaman pertama mengikuti turnamen menjadi bekal berharga bagi para santri untuk terus berkembang.
Pelatih tim, Ust. Jabar, mengungkapkan bahwa performa tim belum optimal karena beberapa faktor. Salah satunya yaitu dikarenakan para santri masih merasa grogi karena ini merupakan pengalaman pertama mereka mengikuti turnamen, sehingga strategi yang sudah dilatihkan belum dapat diterapkan dengan maksimal di lapangan.
Selain faktor mental, kondisi perlengkapan juga turut memengaruhi performa tim. Beberapa pemain mengalami kendala pada sepatu yang rusak selama pertandingan, sehingga berdampak pada kenyamanan dan pergerakan di lapangan. Di samping itu, keterbatasan waktu persiapan latihan, penguatan mental, serta strategi permainan menjadi tantangan tersendiri bagi tim.
Meski demikian, semangat juang dan kebersamaan yang ditunjukkan para santri menjadi nilai utama dari keikutsertaan ini. Pengalaman bertanding di ajang resmi diharapkan dapat menjadi evaluasi sekaligus motivasi untuk meningkatkan kualitas latihan dan kesiapan tim ke depan.
Melalui pengalaman ini, Pondok Pesantren Alfarohidy berharap para santri dapat terus berproses, mengasah kemampuan, dan tampil lebih percaya diri dalam kompetisi selanjutnya. Dengan latihan yang lebih terarah, mental dan kerja sama tim yang semakin kuat, serta dukungan yang lebih optimal, diharapkan tim futsal Alfarohidy mampu menunjukkan performa yang lebih baik dan meraih prestasi yang membanggakan di masa mendatang.
MTs Tahfidz Alfarohidy mengirimkan lima santri terbaiknya untuk berpartisipasi dalam berbagai cabang lomba. Pada bidang akademik, Olimpiade Matematika diikuti oleh Wa Ode Ainaya Rifda Alisha (Kelas VII), serta Olimpiade IPS oleh Afifah Nadia Khairiyah (Kelas VII). Kedua cabang lomba tersebut dilaksanakan pada 9 Februari 2026.
Di bidang seni dan bahasa, Raihanah Mazaya Mattalitti (Kelas VII) mengikuti Lomba Story Telling yang digelar pada 11 Februari 2026. Sementara itu, pada 12 Februari 2026, dua santri Kelas IX, Andi Farah Aulia Amiratulhaq dan Nurul Husna, turut berpartisipasi dalam Lomba Pidato Bahasa Indonesia dengan penuh percaya diri.
Para peserta mengaku sempat merasakan gugup sebelum tampil. Namun, dengan persiapan yang telah mereka lakukan serta dukungan dari para guru dan orang tua, mereka mampu mengikuti seluruh rangkaian lomba dengan penuh semangat dan optimisme. Pengalaman tampil di ajang tingkat MTs ini menjadi momentum berharga dalam melatih mental, meningkatkan kemampuan, serta membangun kepercayaan diri.
Meskipun pada pengumuman hasil lomba belum ada santri MTs Tahfidz Alfarohidy yang berhasil meraih juara, hal tersebut tidak mengurangi rasa bangga dan kebahagiaan para peserta. Mereka mengaku merasa senang telah mendapatkan pengalaman berharga yang menjadi motivasi untuk terus belajar dan berprestasi di masa mendatang.
Partisipasi ini menjadi bukti nyata komitmen Pondok Pesantren Alfarohidy dalam mendukung pengembangan potensi santri penghafal Al-Qur'an secara menyeluruh, tidak hanya dalam bidang keagamaan, tetapi juga akademik, seni, dan keterampilan lainnya. Diharapkan, melalui kegiatan seperti ini, santri dapat tumbuh menjadi generasi yang berakhlak mulia, percaya diri, serta mampu bersaing di berbagai bidang.
Pada pelaksanaan Lomba Story Telling dan Pidato Bahasa Indonesia, panitia menetapkan salah satu persyaratan pendaftaran berupa kewajiban bagi setiap peserta untuk membuka rekening di Bank Bahteramas sebagai salah satu sponsor kegiatan. Menyikapi hal tersebut, santri MTs Tahfidz Alfarohidy menjalankan ketentuan tersebut dengan tertib dan penuh tanggung jawab.
Proses pembukaan rekening dilakukan langsung di lokasi kegiatan lomba dan dipandu oleh pegawai Bank Bahteramas, sehingga berjalan dengan lancar dan memudahkan peserta dalam memenuhi persyaratan administrasi. Kepatuhan terhadap aturan ini menjadi salah satu bentuk kedisiplinan santri dalam mengikuti setiap tahapan kegiatan secara profesional.
Kendari (12/02/26) – Pembelajaran tidak selalu harus berlangsung di dalam kelas. Hal inilah yang dirasakan oleh santri kelas VII MTs Tahfidz Alfarohidy yang mengikuti kegiatan belajar luar kelas pada Kamis, 12 Februari 2026. Melalui kunjungan edukatif ke Museum Negeri Sulawesi Tenggara dan Perpustakaan Modern Sulawesi Tenggara, para santri mendapatkan pengalaman belajar yang lebih nyata, menarik, dan bermakna.
Kegiatan ini merupakan bagian dari pembelajaran mata pelajaran Bahasa Indonesia yang bertujuan untuk meningkatkan literasi, memperluas wawasan, serta menumbuhkan rasa ingin tahu santri terhadap ilmu pengetahuan dan budaya. Sebanyak 20 santri turut serta dalam kegiatan ini, terdiri dari 12 santri banin dan 8 santri banat, yang didampingi oleh tiga orang muallimah.
Selama berada di Museum Negeri Sulawesi Tenggara, para santri mempelajari berbagai koleksi bersejarah yang mencerminkan kekayaan budaya dan perjalanan sejarah daerah. Dengan penuh antusias, mereka mengamati artefak, membaca informasi yang tersedia, serta mendengarkan penjelasan yang menambah pemahaman mereka terhadap materi yang dipelajari di kelas.
Kunjungan kemudian dilanjutkan ke Perpustakaan Modern Sulawesi Tenggara. Di tempat ini, para santri dikenalkan dengan lingkungan literasi yang nyaman dan modern. Mereka memanfaatkan waktu untuk membaca, menjelajahi berbagai koleksi buku, serta mengenal fasilitas perpustakaan berbasis teknologi yang mendukung kegiatan belajar.
Kegiatan belajar luar kelas ini berlangsung dengan suasana yang seru dan menyenangkan. Selain menjadi sarana pembelajaran, kegiatan ini juga menjadi momen rekreasi bagi santri setelah menjalani rutinitas belajar di lingkungan pesantren. Meskipun jarak tempuh menuju lokasi cukup jauh dan jadwal kegiatan cukup padat karena mengunjungi dua tempat sekaligus, semangat para santri tetap tinggi sepanjang kegiatan berlangsung.
Di tengah padatnya rangkaian kegiatan, para santri tetap menjaga kedisiplinan dalam menjalankan kewajiban ibadah. Mereka tetap melaksanakan shalat tepat waktu, menunjukkan bahwa nilai-nilai religius tetap menjadi prioritas dalam setiap aktivitas.
Sebagai penutup kegiatan, para santri melakukan kunjungan ke Masjid Al-Alam Kendari. Selain melaksanakan shalat, mereka juga beristirahat sejenak sambil menikmati suasana masjid yang megah dan menenangkan sebelum kembali ke Pondok Pesantren Alfarohidy.
Kegiatan ini memberikan pengalaman belajar yang berkesan sekaligus memperkuat semangat literasi, kemandirian, dan kedisiplinan santri. Melalui kegiatan seperti ini, Pondok Pesantren Alfarohidy terus berkomitmen membentuk generasi yang tidak hanya unggul dalam ilmu pengetahuan, tetapi juga berakhlak mulia dan berwawasan luas.
Kendari, Ahad (18/01/26) — Pondok Pesantren Alfarohidy kembali menunjukkan komitmennya dalam syiar Al-Qur’an dan pelayanan pendidikan Islam melalui kegiatan Wakaf Mushaf Al-Qur’an Madinah Eksklusif yang dilaksanakan pada Minggu pagi, 18 Januari 2026, di kawasan pedestrian eks-MTQ Nasional Kota Kendari.
Dalam kegiatan ini, masyarakat diajak berpartisipasi dalam program wakaf/infaq minimal Rp50.000 dan sebagai bentuk apresiasi, wakif akan mendapatkan Mushaf Al-Qur’an Madinah Eksklusif senilai Rp450.000. Program ini menjadi sarana untuk menumbuhkan semangat wakaf dan berinfaq sekaligus memperluas manfaat mushaf berkualitas bagi umat.
Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 06.00 hingga 10.00 WITA ini juga dirangkaikan dengan promosi penerimaan santri baru (SPMB) MTs dan MA Tahfidz Alfarohidy Tahun Ajaran 2026/2027. Momentum ini dipilih karena kawasan pedestrian eks-MTQ menjadi pusat aktivitas masyarakat yang sedang berolahraga pagi dan bersantai bersama keluarga.
Sebanyak empat orang santri Pondok Pesantren Alfarohidy turut terlibat langsung dalam kegiatan tersebut. Dengan penuh antusias dan keberanian, para santri berinteraksi secara santun dengan masyarakat, menyampaikan informasi seputar program wakaf mushaf serta memperkenalkan profil dan keunggulan pendidikan di Pesantren Alfarohidy.Respons masyarakat terlihat sangat positif. Warga menyambut baik kehadiran Pesantren Alfarohidy di ruang publik, menunjukkan ketertarikan terhadap program pendidikan yang ditawarkan, serta berpartisipasi langsung dalam wakaf Mushaf Al-Qur’an Madinah Eksklusif. Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa sinergi antara pesantren dan masyarakat dapat terjalin dengan baik melalui pendekatan yang edukatif dan humanis.
Melalui kegiatan ini, Pondok Pesantren Alfarohidy berharap dapat meningkatkan partisipasi masyarakat dalam mendukung syiar Al-Qur’an, sekaligus mendorong orang tua untuk mempercayakan pendidikan putra-putrinya di lembaga pendidikan Islam yang mengintegrasikan kurikulum nasional, pendidikan pesantren, serta program tahfidz Al-Qur’an secara seimbang.
Sebagai informasi, SPMB MTs dan MA Tahfidz Alfarohidy Tahun Ajaran 2026/2027 telah dibuka dan dapat diakses melalui laman resmi berikut:
👉 https://ppdb.alfarohidy.or.id/2026/01/ppdb-pondok-pesantren-alfarohidy.html
Bagi masyarakat yang ingin berkunjung langsung dan memperoleh informasi lebih lanjut, Pondok Pesantren Alfarohidy beralamat di Jalan Istiqomah, Desa Konda Satu, Kecamatan Konda, Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara. Seluruh guru dan tenaga kependidikan Pondok Pesantren Alfarohidy siap menyambut dengan ramah, terbuka, dan informatif.
Semoga kegiatan ini menjadi wasilah kebaikan, memperluas manfaat wakaf Al-Qur’an, serta mengantarkan generasi muda untuk memperoleh pendidikan Islami yang kokoh, berilmu, dan berakhlak mulia sesuai Al-Qur’an dan Sunnah.
Kegiatan kantin usaha ini merupakan realisasi dari program kerja Bidang VI OSIM, yaitu Pembinaan Kreativitas, Keterampilan, dan Kewirausahaan. Melalui program ini, OSIM berupaya menghadirkan unit usaha santri yang bersifat edukatif, produktif, dan berkelanjutan.
Pada penjualan perdana, OSIM menawarkan beberapa menu yang sederhana namun menarik minat santri, di antaranya pisang cokelat/keju, jasuke (jagung susu keju), serta soda lemonade. Seluruh modal usaha pada tahap awal ini bersumber dari kas OSIM, sebagai bentuk nyata kemandirian organisasi dalam mengelola dan mengembangkan usaha.
Program Kantin Sehat OSIM bertujuan untuk melatih jiwa kewirausahaan santri, menumbuhkan sikap mandiri, meningkatkan kerja sama tim, serta mengasah kreativitas dalam pengelolaan ide usaha dan kuliner. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan mampu meningkatkan kemandirian finansial OSIM melalui penguatan kas organisasi.
Pelaksanaan perdana kantin usaha OSIM mendapatkan respon yang sangat positif dari para santri. Mereka tampak antusias menyambut kehadiran kantin sehat ini dan berharap program tersebut dapat terus berlanjut. Bahkan, banyak santri yang mengusulkan agar ke depannya menu yang disajikan semakin variatif.
Dari seluruh menu yang dijual, pisang cokelat/keju menjadi menu terlaris. Produk ini habis terjual dalam waktu singkat, dan masih banyak santri yang belum kebagian serta berharap menu tersebut dapat kembali dijual pada pelaksanaan kantin berikutnya.
Pada tahap awal, kegiatan kantin masih dikelola oleh pengurus Bidang VI bersama pengurus inti OSIM. Ke depannya, pengelolaan akan dilakukan secara bergilir dengan melibatkan pengurus bidang lain, agar seluruh pengurus OSIM memperoleh pengalaman langsung dalam mengelola usaha.
Meski sebagian pengurus mengakui bahwa kegiatan ini cukup menguras tenaga dan menyita waktu istirahat di hari Minggu, semangat mereka tetap tinggi. Para pengurus tetap berkomitmen untuk menuntaskan seluruh rangkaian usaha serta melayani pesanan santri dengan penuh tanggung jawab.
Usai pelaksanaan kantin, pengurus OSIM lainnya turut membantu dalam kegiatan kebersihan area maksof, seperti mencuci peralatan yang digunakan, mengelap meja, serta mengepel lantai. Hal ini mencerminkan nilai tanggung jawab, kebersamaan, dan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan pesantren.
Ke depan, OSIM Ma’had Alfarohidy berkomitmen untuk melakukan evaluasi dan perbaikan berkelanjutan, agar pelaksanaan Kantin Usaha OSIM dapat berjalan lebih baik, lancar, efektif, profesional, serta adil bagi seluruh santri.
Melalui program ini, OSIM Ma’had Alfarohidy menegaskan perannya sebagai organisasi santri yang aktif, inovatif, dan responsif terhadap kebutuhan santri, sekaligus mendukung misi Pondok Pesantren Alfarohidy dalam mencetak santri yang mandiri, kreatif, dan berdaya saing.
Konda, Ahad (18/01/26) — Pondok Pesantren Alfarohidy kembali menggelar kegiatan Minggu produktif bagi para santri sebagai bagian dari pembinaan kedisiplinan dan karakter. Pada Ahad, 18 Januari 2026, sebanyak 13 santri banin melaksanakan kegiatan bersih-bersih lingkungan pesantren.
Kegiatan difokuskan pada area kantin OSIM, lapangan, serta bagian depan kamar mandi santri banin, termasuk pencabutan rumput liar. Aktivitas ini merupakan bentuk iqab (pembinaan edukatif) bagi santri banin yang masih melanggar ketentuan Lughoh berbahasa Arab serta kebiasaan bernyanyi yang tidak sesuai dengan aturan pesantren.
Pembinaan melalui kegiatan bersih-bersih ini dipilih tidak hanya sebagai bentuk penegakan disiplin, tetapi juga sebagai sarana menanamkan kesadaran akan pentingnya kebersihan lingkungan, melatih tanggung jawab, serta memperkuat nilai gotong royong dan kebersamaan antar santri. Selain itu, aktivitas fisik yang dilakukan turut menjadi ajang olahraga ringan yang menyehatkan.
Selama pelaksanaan, kegiatan berlangsung dengan tertib, kondusif, dan penuh tanggung jawab. Para santri mengikuti arahan dengan baik serta menunjukkan kerja sama yang positif. Proses kegiatan ini diawasi langsung oleh Ketua dan Wakil Ketua OSIM Ma’had Alfarohidy, guna memastikan pembinaan berjalan secara edukatif dan sesuai dengan nilai-nilai pesantren.
Melalui kegiatan seperti ini, Pondok Pesantren Alfarohidy berharap santri tidak hanya memahami konsekuensi dari setiap pelanggaran, tetapi juga mampu mengambil hikmah dan pembelajaran, sehingga terbentuk pribadi santri yang disiplin, peduli lingkungan, serta berakhlak mulia.
Written by Syeima Unhalia El Munavara
Konda, South Konawe — Pondok Pesantren Alfarohidy has officially launched its School Health Unit (UKS) program for the first time as part of an effort to strengthen student health services within the school environment. The program is designed to provide proper care for students who are unwell, as well as to offer essential health support such as basic medical treatment, medication, and healthy food.
The UKS program officially came into effect on Monday, January 12, 2026. On its first day of operation, at 07:15 a.m., two Grade 10 students, Azizah and Naylatus, received medical care at the UKS. Afifah Khairunnisa, a health officer from Field VI (Health and Physical Development), who is responsible for the program, explained that Azizah showed symptoms of fever, while Naylatus suffered from severe flu accompanied by stomach pain.
One of the students, Naylatus, shared her experience of being treated at the UKS for the first time. “When I was treated at the UKS for the first time, I felt relieved because I received good service. I am also happy about this new program from OSIM. I hope the program will continue to develop and add more facilities, such as blankets,” she said.
The UKS program was initiated following a decision made during a meeting of Field VI: Health and Physical Development, held on Saturday, January 10, 2026. According to OSIM advisor Fikrunnisa Sahlan, the program serves several important purposes.
The UKS program is intended to prevent the spread of viruses among students. Prior to the establishment of the UKS, sick students often remained in their dormitories, increasing the risk of interaction with healthy students and the potential transmission of illness. It also provide greater comfort for students who are unwell. Staying in dormitories can be challenging due to noise and daily activities, whereas the UKS offers a quieter and more supportive environment for recovery.
Furthermore, the UKS program was initiated to eliminate the negative image and fear among students regarding the UKS building, which had previously been perceived as frightening or “haunted.” Through active use, proper management, and positive activities, the program seeks to educate students that fear should not be rooted in superstition. Instead, it encourages them to strengthen their faith (tauhid) by believing that all matters, including health and illness, are under the will and protection of Allah.
By implementing this program, Pondok Pesantren Alfarohidy hopes to promote not only physical well-being but also mental resilience and spiritual awareness among students, creating a healthier, calmer, and faith-centered educational environment.
Written by Meisya Altafun Nisa
Konda, South Konawe — Pondok Pesantren Alfarohidy, located in Konda Satu, South Konawe Regency, officially welcomed two new transfer students from Wangi-Wangi District, Wakatobi Regency, on Sunday, January 4, 2026. Their arrival marked the beginning of the second semester of the 2025/2026 academic year and reflected their decision to continue their Islamic education in pesantren.
The students, who had previously studied in Punggaluku area of South Konawe, chose Pondok Pesantren Alfarohidy after carefully considering several Islamic boarding schools across Southeast Sulawesi. The pesantren's clean environment, strong discipline, and supportive learning atmosphere were cited as key factors influencing their decision.
One of the new students, Ahmad, shared his initial impression upon arriving at the pesantren. “My first impression when entering this pesantren is that the environment is clean, my friends are fun, and the lessons are engaging. One of my favorite subjects is Arabic,” he said. His statement reflects the positive atmosphere experienced during his early days of adaptation.
The arrival of the new students is considered particularly meaningful, as it comes only a few months after several students were reported to have left the pesantren. Despite the presence of many well-established Islamic boarding schools throughout Southeast Sulawesi Province, Pondok Pesantren Alfarohidy continues to be a preferred choice. The new students explained that the strict regulations of the pesantren played an important role in their decision. “I like this pesantren because its strict rules help me become more disciplined,” one of them stated. Another student added that his motivation was to gain deeper religious knowledge.
After spending one week at the pesantren, the students reported noticeable progress in their personal development. When asked about improvements in their skills and talents, they responded positively. “Yes, I feel that this pesantren helps me improve my skills and supports my dream of becoming a Da’i,” one student explained. They also noted that the structured daily routines have made them more diligent and disciplined than before.
Positive impressions were also shared by fellow students. Ahmad was described as kind, generous, helpful, cheerful, and diligent in his daily activities. Meanwhile, Awi was noted for being friendly, humorous, generous, active in maintaining cleanliness, and consistent in fulfilling his responsibilities.
From the teachers’ perspective, Ustadz Heldi observed that both students have adapted well. He explained that they blend easily with other students and consistently demonstrate respectful behavior toward teachers. According to him, within just one week, the students have shown a clear understanding of the pesantren’s rules and have displayed discipline, cleanliness, and enthusiasm for learning.
Ustadz Heldi also expressed his hopes for their continued growth. “May they remain consistent in memorizing Arabic vocabulary and stay diligent during halaqah sessions,” he said, emphasizing that perseverance will play a key role in supporting both their academic progress and character development.
Kendari (15/02/26) – Semangat juang dan sportivitas ditunjukkan oleh santri banin Pondok Pesantren Alfarohidy saat mengikuti ajang Mini Turnamen Futsal MTs Al-Fath Cup 2026 yang diselenggarakan pada Minggu, 15 Februari 2026 di Mubaraq Sport. Turnamen ini diikuti oleh delapan tim dari berbagai sekolah dan madrasah yang bersaing untuk meraih gelar juara.
Dalam kompetisi tersebut, Pondok Pesantren Alfarohidy mengirimkan satu tim futsal yang terdiri dari 13 santri banin. Keikutsertaan ini menjadi momentum penting bagi para santri untuk mengembangkan bakat di bidang olahraga sekaligus melatih mental bertanding, kerja sama tim, dan kedisiplinan.
Sepanjang turnamen, tim futsal Alfarohidy menjalani tiga pertandingan yang berlangsung dengan tensi tinggi dan penuh semangat. Pada pertandingan pertama, Alfarohidy berhasil menahan imbang tim tuan rumah MTsS Al-Fath dengan skor 1-1. Hasil ini menunjukkan kemampuan tim dalam menjaga keseimbangan permainan serta semangat pantang menyerah.
Pada pertandingan kedua, Alfarohidy menghadapi tim SMPN 16 Kendari. Meskipun harus mengakui keunggulan lawan dengan skor 0-5, para pemain tetap berusaha memberikan permainan terbaik hingga akhir pertandingan. Selanjutnya, pada pertandingan ketiga melawan tim Ponpes Al-Ihsan Baron Kendari, Alfarohidy kembali memberikan perlawanan sengit meskipun harus menerima kekalahan tipis dengan skor 1-2.
Pertandingan yang berlangsung kompetitif sempat diwarnai insiden pelanggaran yang cukup membahayakan dari salah satu pemain Alfarohidy, sehingga wasit memberikan kartu kuning sebagai bentuk penegakan aturan. Momen tersebut menjadi pelajaran penting bagi para santri untuk semakin menjunjung tinggi sportivitas dan kontrol emosi dalam bertanding.
Secara keseluruhan, tim futsal Alfarohidy menempati peringkat ke-7 dari delapan tim yang bertanding. Meskipun hasil tersebut belum maksimal, pengalaman pertama mengikuti turnamen menjadi bekal berharga bagi para santri untuk terus berkembang.
Pelatih tim, Ust. Jabar, mengungkapkan bahwa performa tim belum optimal karena beberapa faktor. Salah satunya yaitu dikarenakan para santri masih merasa grogi karena ini merupakan pengalaman pertama mereka mengikuti turnamen, sehingga strategi yang sudah dilatihkan belum dapat diterapkan dengan maksimal di lapangan.
Selain faktor mental, kondisi perlengkapan juga turut memengaruhi performa tim. Beberapa pemain mengalami kendala pada sepatu yang rusak selama pertandingan, sehingga berdampak pada kenyamanan dan pergerakan di lapangan. Di samping itu, keterbatasan waktu persiapan latihan, penguatan mental, serta strategi permainan menjadi tantangan tersendiri bagi tim.
Meski demikian, semangat juang dan kebersamaan yang ditunjukkan para santri menjadi nilai utama dari keikutsertaan ini. Pengalaman bertanding di ajang resmi diharapkan dapat menjadi evaluasi sekaligus motivasi untuk meningkatkan kualitas latihan dan kesiapan tim ke depan.
Melalui pengalaman ini, Pondok Pesantren Alfarohidy berharap para santri dapat terus berproses, mengasah kemampuan, dan tampil lebih percaya diri dalam kompetisi selanjutnya. Dengan latihan yang lebih terarah, mental dan kerja sama tim yang semakin kuat, serta dukungan yang lebih optimal, diharapkan tim futsal Alfarohidy mampu menunjukkan performa yang lebih baik dan meraih prestasi yang membanggakan di masa mendatang.
MTs Tahfidz Alfarohidy mengirimkan lima santri terbaiknya untuk berpartisipasi dalam berbagai cabang lomba. Pada bidang akademik, Olimpiade Matematika diikuti oleh Wa Ode Ainaya Rifda Alisha (Kelas VII), serta Olimpiade IPS oleh Afifah Nadia Khairiyah (Kelas VII). Kedua cabang lomba tersebut dilaksanakan pada 9 Februari 2026.
Di bidang seni dan bahasa, Raihanah Mazaya Mattalitti (Kelas VII) mengikuti Lomba Story Telling yang digelar pada 11 Februari 2026. Sementara itu, pada 12 Februari 2026, dua santri Kelas IX, Andi Farah Aulia Amiratulhaq dan Nurul Husna, turut berpartisipasi dalam Lomba Pidato Bahasa Indonesia dengan penuh percaya diri.
Para peserta mengaku sempat merasakan gugup sebelum tampil. Namun, dengan persiapan yang telah mereka lakukan serta dukungan dari para guru dan orang tua, mereka mampu mengikuti seluruh rangkaian lomba dengan penuh semangat dan optimisme. Pengalaman tampil di ajang tingkat MTs ini menjadi momentum berharga dalam melatih mental, meningkatkan kemampuan, serta membangun kepercayaan diri.
Meskipun pada pengumuman hasil lomba belum ada santri MTs Tahfidz Alfarohidy yang berhasil meraih juara, hal tersebut tidak mengurangi rasa bangga dan kebahagiaan para peserta. Mereka mengaku merasa senang telah mendapatkan pengalaman berharga yang menjadi motivasi untuk terus belajar dan berprestasi di masa mendatang.
Partisipasi ini menjadi bukti nyata komitmen Pondok Pesantren Alfarohidy dalam mendukung pengembangan potensi santri penghafal Al-Qur'an secara menyeluruh, tidak hanya dalam bidang keagamaan, tetapi juga akademik, seni, dan keterampilan lainnya. Diharapkan, melalui kegiatan seperti ini, santri dapat tumbuh menjadi generasi yang berakhlak mulia, percaya diri, serta mampu bersaing di berbagai bidang.
Pada pelaksanaan Lomba Story Telling dan Pidato Bahasa Indonesia, panitia menetapkan salah satu persyaratan pendaftaran berupa kewajiban bagi setiap peserta untuk membuka rekening di Bank Bahteramas sebagai salah satu sponsor kegiatan. Menyikapi hal tersebut, santri MTs Tahfidz Alfarohidy menjalankan ketentuan tersebut dengan tertib dan penuh tanggung jawab.
Proses pembukaan rekening dilakukan langsung di lokasi kegiatan lomba dan dipandu oleh pegawai Bank Bahteramas, sehingga berjalan dengan lancar dan memudahkan peserta dalam memenuhi persyaratan administrasi. Kepatuhan terhadap aturan ini menjadi salah satu bentuk kedisiplinan santri dalam mengikuti setiap tahapan kegiatan secara profesional.
Kendari (12/02/26) – Pembelajaran tidak selalu harus berlangsung di dalam kelas. Hal inilah yang dirasakan oleh santri kelas VII MTs Tahfidz Alfarohidy yang mengikuti kegiatan belajar luar kelas pada Kamis, 12 Februari 2026. Melalui kunjungan edukatif ke Museum Negeri Sulawesi Tenggara dan Perpustakaan Modern Sulawesi Tenggara, para santri mendapatkan pengalaman belajar yang lebih nyata, menarik, dan bermakna.
Kegiatan ini merupakan bagian dari pembelajaran mata pelajaran Bahasa Indonesia yang bertujuan untuk meningkatkan literasi, memperluas wawasan, serta menumbuhkan rasa ingin tahu santri terhadap ilmu pengetahuan dan budaya. Sebanyak 20 santri turut serta dalam kegiatan ini, terdiri dari 12 santri banin dan 8 santri banat, yang didampingi oleh tiga orang muallimah.
Selama berada di Museum Negeri Sulawesi Tenggara, para santri mempelajari berbagai koleksi bersejarah yang mencerminkan kekayaan budaya dan perjalanan sejarah daerah. Dengan penuh antusias, mereka mengamati artefak, membaca informasi yang tersedia, serta mendengarkan penjelasan yang menambah pemahaman mereka terhadap materi yang dipelajari di kelas.
Kunjungan kemudian dilanjutkan ke Perpustakaan Modern Sulawesi Tenggara. Di tempat ini, para santri dikenalkan dengan lingkungan literasi yang nyaman dan modern. Mereka memanfaatkan waktu untuk membaca, menjelajahi berbagai koleksi buku, serta mengenal fasilitas perpustakaan berbasis teknologi yang mendukung kegiatan belajar.
Kegiatan belajar luar kelas ini berlangsung dengan suasana yang seru dan menyenangkan. Selain menjadi sarana pembelajaran, kegiatan ini juga menjadi momen rekreasi bagi santri setelah menjalani rutinitas belajar di lingkungan pesantren. Meskipun jarak tempuh menuju lokasi cukup jauh dan jadwal kegiatan cukup padat karena mengunjungi dua tempat sekaligus, semangat para santri tetap tinggi sepanjang kegiatan berlangsung.
Di tengah padatnya rangkaian kegiatan, para santri tetap menjaga kedisiplinan dalam menjalankan kewajiban ibadah. Mereka tetap melaksanakan shalat tepat waktu, menunjukkan bahwa nilai-nilai religius tetap menjadi prioritas dalam setiap aktivitas.
Sebagai penutup kegiatan, para santri melakukan kunjungan ke Masjid Al-Alam Kendari. Selain melaksanakan shalat, mereka juga beristirahat sejenak sambil menikmati suasana masjid yang megah dan menenangkan sebelum kembali ke Pondok Pesantren Alfarohidy.
Kegiatan ini memberikan pengalaman belajar yang berkesan sekaligus memperkuat semangat literasi, kemandirian, dan kedisiplinan santri. Melalui kegiatan seperti ini, Pondok Pesantren Alfarohidy terus berkomitmen membentuk generasi yang tidak hanya unggul dalam ilmu pengetahuan, tetapi juga berakhlak mulia dan berwawasan luas.
Kendari, Ahad (18/01/26) — Pondok Pesantren Alfarohidy kembali menunjukkan komitmennya dalam syiar Al-Qur’an dan pelayanan pendidikan Islam melalui kegiatan Wakaf Mushaf Al-Qur’an Madinah Eksklusif yang dilaksanakan pada Minggu pagi, 18 Januari 2026, di kawasan pedestrian eks-MTQ Nasional Kota Kendari.
Dalam kegiatan ini, masyarakat diajak berpartisipasi dalam program wakaf/infaq minimal Rp50.000 dan sebagai bentuk apresiasi, wakif akan mendapatkan Mushaf Al-Qur’an Madinah Eksklusif senilai Rp450.000. Program ini menjadi sarana untuk menumbuhkan semangat wakaf dan berinfaq sekaligus memperluas manfaat mushaf berkualitas bagi umat.
Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 06.00 hingga 10.00 WITA ini juga dirangkaikan dengan promosi penerimaan santri baru (SPMB) MTs dan MA Tahfidz Alfarohidy Tahun Ajaran 2026/2027. Momentum ini dipilih karena kawasan pedestrian eks-MTQ menjadi pusat aktivitas masyarakat yang sedang berolahraga pagi dan bersantai bersama keluarga.
Sebanyak empat orang santri Pondok Pesantren Alfarohidy turut terlibat langsung dalam kegiatan tersebut. Dengan penuh antusias dan keberanian, para santri berinteraksi secara santun dengan masyarakat, menyampaikan informasi seputar program wakaf mushaf serta memperkenalkan profil dan keunggulan pendidikan di Pesantren Alfarohidy.Respons masyarakat terlihat sangat positif. Warga menyambut baik kehadiran Pesantren Alfarohidy di ruang publik, menunjukkan ketertarikan terhadap program pendidikan yang ditawarkan, serta berpartisipasi langsung dalam wakaf Mushaf Al-Qur’an Madinah Eksklusif. Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa sinergi antara pesantren dan masyarakat dapat terjalin dengan baik melalui pendekatan yang edukatif dan humanis.
Melalui kegiatan ini, Pondok Pesantren Alfarohidy berharap dapat meningkatkan partisipasi masyarakat dalam mendukung syiar Al-Qur’an, sekaligus mendorong orang tua untuk mempercayakan pendidikan putra-putrinya di lembaga pendidikan Islam yang mengintegrasikan kurikulum nasional, pendidikan pesantren, serta program tahfidz Al-Qur’an secara seimbang.
Sebagai informasi, SPMB MTs dan MA Tahfidz Alfarohidy Tahun Ajaran 2026/2027 telah dibuka dan dapat diakses melalui laman resmi berikut:
👉 https://ppdb.alfarohidy.or.id/2026/01/ppdb-pondok-pesantren-alfarohidy.html
Bagi masyarakat yang ingin berkunjung langsung dan memperoleh informasi lebih lanjut, Pondok Pesantren Alfarohidy beralamat di Jalan Istiqomah, Desa Konda Satu, Kecamatan Konda, Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara. Seluruh guru dan tenaga kependidikan Pondok Pesantren Alfarohidy siap menyambut dengan ramah, terbuka, dan informatif.
Semoga kegiatan ini menjadi wasilah kebaikan, memperluas manfaat wakaf Al-Qur’an, serta mengantarkan generasi muda untuk memperoleh pendidikan Islami yang kokoh, berilmu, dan berakhlak mulia sesuai Al-Qur’an dan Sunnah.
Kegiatan kantin usaha ini merupakan realisasi dari program kerja Bidang VI OSIM, yaitu Pembinaan Kreativitas, Keterampilan, dan Kewirausahaan. Melalui program ini, OSIM berupaya menghadirkan unit usaha santri yang bersifat edukatif, produktif, dan berkelanjutan.
Pada penjualan perdana, OSIM menawarkan beberapa menu yang sederhana namun menarik minat santri, di antaranya pisang cokelat/keju, jasuke (jagung susu keju), serta soda lemonade. Seluruh modal usaha pada tahap awal ini bersumber dari kas OSIM, sebagai bentuk nyata kemandirian organisasi dalam mengelola dan mengembangkan usaha.
Program Kantin Sehat OSIM bertujuan untuk melatih jiwa kewirausahaan santri, menumbuhkan sikap mandiri, meningkatkan kerja sama tim, serta mengasah kreativitas dalam pengelolaan ide usaha dan kuliner. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan mampu meningkatkan kemandirian finansial OSIM melalui penguatan kas organisasi.
Pelaksanaan perdana kantin usaha OSIM mendapatkan respon yang sangat positif dari para santri. Mereka tampak antusias menyambut kehadiran kantin sehat ini dan berharap program tersebut dapat terus berlanjut. Bahkan, banyak santri yang mengusulkan agar ke depannya menu yang disajikan semakin variatif.
Dari seluruh menu yang dijual, pisang cokelat/keju menjadi menu terlaris. Produk ini habis terjual dalam waktu singkat, dan masih banyak santri yang belum kebagian serta berharap menu tersebut dapat kembali dijual pada pelaksanaan kantin berikutnya.
Pada tahap awal, kegiatan kantin masih dikelola oleh pengurus Bidang VI bersama pengurus inti OSIM. Ke depannya, pengelolaan akan dilakukan secara bergilir dengan melibatkan pengurus bidang lain, agar seluruh pengurus OSIM memperoleh pengalaman langsung dalam mengelola usaha.
Meski sebagian pengurus mengakui bahwa kegiatan ini cukup menguras tenaga dan menyita waktu istirahat di hari Minggu, semangat mereka tetap tinggi. Para pengurus tetap berkomitmen untuk menuntaskan seluruh rangkaian usaha serta melayani pesanan santri dengan penuh tanggung jawab.
Usai pelaksanaan kantin, pengurus OSIM lainnya turut membantu dalam kegiatan kebersihan area maksof, seperti mencuci peralatan yang digunakan, mengelap meja, serta mengepel lantai. Hal ini mencerminkan nilai tanggung jawab, kebersamaan, dan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan pesantren.
Ke depan, OSIM Ma’had Alfarohidy berkomitmen untuk melakukan evaluasi dan perbaikan berkelanjutan, agar pelaksanaan Kantin Usaha OSIM dapat berjalan lebih baik, lancar, efektif, profesional, serta adil bagi seluruh santri.
Melalui program ini, OSIM Ma’had Alfarohidy menegaskan perannya sebagai organisasi santri yang aktif, inovatif, dan responsif terhadap kebutuhan santri, sekaligus mendukung misi Pondok Pesantren Alfarohidy dalam mencetak santri yang mandiri, kreatif, dan berdaya saing.
Konda, Ahad (18/01/26) — Pondok Pesantren Alfarohidy kembali menggelar kegiatan Minggu produktif bagi para santri sebagai bagian dari pembinaan kedisiplinan dan karakter. Pada Ahad, 18 Januari 2026, sebanyak 13 santri banin melaksanakan kegiatan bersih-bersih lingkungan pesantren.
Kegiatan difokuskan pada area kantin OSIM, lapangan, serta bagian depan kamar mandi santri banin, termasuk pencabutan rumput liar. Aktivitas ini merupakan bentuk iqab (pembinaan edukatif) bagi santri banin yang masih melanggar ketentuan Lughoh berbahasa Arab serta kebiasaan bernyanyi yang tidak sesuai dengan aturan pesantren.
Pembinaan melalui kegiatan bersih-bersih ini dipilih tidak hanya sebagai bentuk penegakan disiplin, tetapi juga sebagai sarana menanamkan kesadaran akan pentingnya kebersihan lingkungan, melatih tanggung jawab, serta memperkuat nilai gotong royong dan kebersamaan antar santri. Selain itu, aktivitas fisik yang dilakukan turut menjadi ajang olahraga ringan yang menyehatkan.
Selama pelaksanaan, kegiatan berlangsung dengan tertib, kondusif, dan penuh tanggung jawab. Para santri mengikuti arahan dengan baik serta menunjukkan kerja sama yang positif. Proses kegiatan ini diawasi langsung oleh Ketua dan Wakil Ketua OSIM Ma’had Alfarohidy, guna memastikan pembinaan berjalan secara edukatif dan sesuai dengan nilai-nilai pesantren.
Melalui kegiatan seperti ini, Pondok Pesantren Alfarohidy berharap santri tidak hanya memahami konsekuensi dari setiap pelanggaran, tetapi juga mampu mengambil hikmah dan pembelajaran, sehingga terbentuk pribadi santri yang disiplin, peduli lingkungan, serta berakhlak mulia.
Written by Syeima Unhalia El Munavara
Konda, South Konawe — Pondok Pesantren Alfarohidy has officially launched its School Health Unit (UKS) program for the first time as part of an effort to strengthen student health services within the school environment. The program is designed to provide proper care for students who are unwell, as well as to offer essential health support such as basic medical treatment, medication, and healthy food.
The UKS program officially came into effect on Monday, January 12, 2026. On its first day of operation, at 07:15 a.m., two Grade 10 students, Azizah and Naylatus, received medical care at the UKS. Afifah Khairunnisa, a health officer from Field VI (Health and Physical Development), who is responsible for the program, explained that Azizah showed symptoms of fever, while Naylatus suffered from severe flu accompanied by stomach pain.
One of the students, Naylatus, shared her experience of being treated at the UKS for the first time. “When I was treated at the UKS for the first time, I felt relieved because I received good service. I am also happy about this new program from OSIM. I hope the program will continue to develop and add more facilities, such as blankets,” she said.
The UKS program was initiated following a decision made during a meeting of Field VI: Health and Physical Development, held on Saturday, January 10, 2026. According to OSIM advisor Fikrunnisa Sahlan, the program serves several important purposes.
The UKS program is intended to prevent the spread of viruses among students. Prior to the establishment of the UKS, sick students often remained in their dormitories, increasing the risk of interaction with healthy students and the potential transmission of illness. It also provide greater comfort for students who are unwell. Staying in dormitories can be challenging due to noise and daily activities, whereas the UKS offers a quieter and more supportive environment for recovery.
Furthermore, the UKS program was initiated to eliminate the negative image and fear among students regarding the UKS building, which had previously been perceived as frightening or “haunted.” Through active use, proper management, and positive activities, the program seeks to educate students that fear should not be rooted in superstition. Instead, it encourages them to strengthen their faith (tauhid) by believing that all matters, including health and illness, are under the will and protection of Allah.
By implementing this program, Pondok Pesantren Alfarohidy hopes to promote not only physical well-being but also mental resilience and spiritual awareness among students, creating a healthier, calmer, and faith-centered educational environment.
Written by Meisya Altafun Nisa
Konda, South Konawe — Pondok Pesantren Alfarohidy, located in Konda Satu, South Konawe Regency, officially welcomed two new transfer students from Wangi-Wangi District, Wakatobi Regency, on Sunday, January 4, 2026. Their arrival marked the beginning of the second semester of the 2025/2026 academic year and reflected their decision to continue their Islamic education in pesantren.
The students, who had previously studied in Punggaluku area of South Konawe, chose Pondok Pesantren Alfarohidy after carefully considering several Islamic boarding schools across Southeast Sulawesi. The pesantren's clean environment, strong discipline, and supportive learning atmosphere were cited as key factors influencing their decision.
One of the new students, Ahmad, shared his initial impression upon arriving at the pesantren. “My first impression when entering this pesantren is that the environment is clean, my friends are fun, and the lessons are engaging. One of my favorite subjects is Arabic,” he said. His statement reflects the positive atmosphere experienced during his early days of adaptation.
The arrival of the new students is considered particularly meaningful, as it comes only a few months after several students were reported to have left the pesantren. Despite the presence of many well-established Islamic boarding schools throughout Southeast Sulawesi Province, Pondok Pesantren Alfarohidy continues to be a preferred choice. The new students explained that the strict regulations of the pesantren played an important role in their decision. “I like this pesantren because its strict rules help me become more disciplined,” one of them stated. Another student added that his motivation was to gain deeper religious knowledge.
After spending one week at the pesantren, the students reported noticeable progress in their personal development. When asked about improvements in their skills and talents, they responded positively. “Yes, I feel that this pesantren helps me improve my skills and supports my dream of becoming a Da’i,” one student explained. They also noted that the structured daily routines have made them more diligent and disciplined than before.
Positive impressions were also shared by fellow students. Ahmad was described as kind, generous, helpful, cheerful, and diligent in his daily activities. Meanwhile, Awi was noted for being friendly, humorous, generous, active in maintaining cleanliness, and consistent in fulfilling his responsibilities.
From the teachers’ perspective, Ustadz Heldi observed that both students have adapted well. He explained that they blend easily with other students and consistently demonstrate respectful behavior toward teachers. According to him, within just one week, the students have shown a clear understanding of the pesantren’s rules and have displayed discipline, cleanliness, and enthusiasm for learning.
Ustadz Heldi also expressed his hopes for their continued growth. “May they remain consistent in memorizing Arabic vocabulary and stay diligent during halaqah sessions,” he said, emphasizing that perseverance will play a key role in supporting both their academic progress and character development.
Kendari (15/02/26) – Semangat juang dan sportivitas ditunjukkan oleh santri banin Pondok Pesantren Alfarohidy saat mengikuti ajang Mini Tur...
Kendari (13/02/26) – Semangat berkompetisi dan keberanian untuk mengembangkan potensi diri kembali ditunjukkan oleh santri MTs Tahfidz Alfar...
Kendari (12/02/26) – Pembelajaran tidak selalu harus berlangsung di dalam kelas. Hal inilah yang dirasakan oleh santri kelas VII MTs Tahfid...
Kendari, Ahad (18/01/26) — Pondok Pesantren Alfarohidy kembali menunjukkan komitmennya dalam syiar Al-Qur’an dan pelayanan pendidikan Islam ...
Konda, Ahad (18/01/26) — OSIM Ma’had Alfarohidy menghadirkan gebrakan baru pada awal semester genap dengan memulai program Kantin Sehat OSIM...
Konda, Ahad (18/01/26) — Pondok Pesantren Alfarohidy kembali menggelar kegiatan Minggu produktif bagi para santri sebagai bagian dari pembin...
Written by Syeima Unhalia El Munavara Konda, South Konawe — Pondok Pesantren Alfarohidy has officially launched its School Health Unit (UKS...
Written by Meisya Altafun Nisa Konda, South Konawe — Pondok Pesantren Alfarohidy, located in Konda Satu, South Konawe Regency, officially we...